TOMPOKERSAN, Radar Semeru - Beberapa bulan lalu harga timun melonjak sangat tinggi karena kelangkaannya. Kondisinya berbanding terbalik sejak beberapa pekan lalu. Harganya justru anjlok signifikan.
Informasi sebelumnya, saat harganya melonjak sangat tinggi, satu kuintal timun dibanderol sebesar Rp 300 ribu dari pengepul. Harganya turun sangat drastis saat ini, sebesar Rp 65.000 saja per satu kuintalnya. Penurunan signifikan ini sudah dirasakan sejak dua pekan belakangan.
Pedagang timun di Pasar Baru, Suryah, membeberkan, harga komoditas sayur memang naik turun setiap harinya. Namun, belakangan ini timun mengalami penurunan drastis. “Dulu per kuintal itu bisa tembus Rp 300 ribuan, sekarang seratus ribu per kuintal saja tidak sampai,” ucapnya.
Harga timun yang mulai turun tersebut diperkirakan karena faktor cuaca yang mendukung. Tak adanya hujan sejak beberapa pekan lalu membuat panen timun melimpah. Saat harga naik, sekitar Juni lalu, kemungkinan hasil panen timun rusak, karena hujan. Sehingga, stok timun turun dan membuat harganya naik.
Turunnya harga mentimun yang cukup signifikan rupanya tidak akan berpengaruh pada pemasukan omzet bagi pedagang eceran. Sebab, beberapa pedagang masih menjual mentimun dengan harga lebih tinggi. “Jadi, ya, semisal orang tidak tahu, dikasih harga mahal pun tetap akan dibeli," ujarnya. (has/c2/dwi)
Editor : Radar Digital