Tindak Tegas Penyerobot Jalur Lawan
MALASAN KULON, Radar Jember – Salah satu hal dasar yang harus dikuasai dengan benar oleh pengendara adalah mengelola emosi. Sebab, dalam perjalanan tidak bisa dipastikan selalu mulus. Bisa jadi, ada kejadian yang menyebabkan perjalanan terganggu. Terlebih saat berada di titik-titik rawan kemacetan. Seperti di kawasan perbatasan Lumajang–Probolinggo.
Kawasan ini memang jadi langganan macet. Kemacetan diperparah dengan sikap nakal beberapa pengguna jalan. Ya, mereka sering ngeblong atau menyerobot jalur lawan. Inilah biang kemacetan yang sulit dihilangkan.
Rohmat, salah satu warga Ranuyoso, mengungkapkan, kemacetan itu terjadi hampir setiap hari. Apalagi jika kemacetan itu disebabkan kecelakaan atau truk terguling. Praktis, jalanan akan semakin padat. Masing-masing jalur juga akan penuh dengan kendaraan. “Ditambah banyak pengendara tidak sabar. Jadinya ngeblong,” ungkapnya.
Hal itu menjadikan kemacetan tak terelakkan. Padahal, berkendara itu layaknya antre di kasir. Artinya, sikap yang semestinya ditunjukkan adalah disiplin menunggu giliran. Namun faktanya, sikap itu sering kali tak ditunjukkan saat pengendara melintas di perbatasan Lumajang–Probolinggo.
“Ya, pasti terganggu. Padahal tujuan saya dekat. Tetapi, terpaksa harus lebih lama menunggu giliran jalan. Karena yang sejalur mengambil jalur dari arah berlawanan. Begitu juga sebaliknya,” jelasnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Radyati Putri Pradini tak bosan meminta masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk tertib lajur maupun jalur. Putri menegaskan, sangat tidak disarankan pengendara saling serobot, terlebih di kawasan yang memang sudah menjadi titik kemacetan.
“Jangan mengambil hak jalan orang lain. Harus bisa menghargai itu. Tidak perlu terburu-buru dengan menyerobot. Ketika ada pengendara yang ngeblong, pasti membuat kemacetannya tambah panjang,” tegasnya. (kin/c2/nur)
Editor : Radar Digital