LUMAJANG, RADARJEMBER,ID- Saat ini perkembangan zaman semakin modern. Ini membuat banyak kalangan anak-anak mudah terpengaruh budaya barat.
Namun, itu bisa dicegah dengan mengenalkan kesenian daerah. Seperti yang dilakoni oleh anak-anak di Desa Senduro, Kecamatan Lumajang.
Mereka memilih untuk mempelajari kebudayaan daerah. Salah satunya dengan belajar menari tradisional. Ada sekitar 50 anak ikut serta dalam kegiatan itu.
Mereka berasal dari berbagai tingkatan. Mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat.
Kebanyakan dari mereka memang keinginan dari diri sendiri untuk ikut mempertahankan tarian tradisional. Meskipun terbilang sulit namun mereka tetap bisa melakukannya.
“Kalau ini memang keinginan diri saya. Waktu itu lihat teman-teman latihan kok tertarik, akhirnya saya ikut juga,” tutur Galuh salah satu siswa Sanggar Tari Sinto Laras.
Selain itu menurut pelatih tari Solati Aslami mengaku jika dirinya senang dengan banyaknya anak-anak yang tergabung dalam sanggar tari.
Sehingga tarian tradisional tetap banyak peminatnya di tengah-tengah gempuran budaya barat.
“Saya sudah merintis ini sudah lama. Awalnya cuma lima orang sekarang jadi 50 orang yang tergabung. Memang sasaran saya anak-anak kecil karena ini menanamkan dan mempertahankan kesenian daerah sejak dini,” pungkasnya. (dea/nur)
Editor : Alvioniza