WONOREJO, Radar Semeru - Penekanan penyakit pada hewan ternak terus dilakukan Pemkab Lumajang. Selain PMK dan LSD yang beberapa waktu lalu mewabah di beberapa daerah, peternak juga perlu mewaspadai penyakit brucellosis yang rentan menyerang sapi perah. Mengingat dampaknya bisa menimbulkan kerugian cukup besar.
Baca Juga: Ini Kronologi Kecelakaan di Jalan MH Thamrin Jember, Tewaskan Pelajar Putri
Berdasarkan surveilans dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang beberapa bulan lalu, tercatat sebanyak dua ekor sapi positif terkena penyakit yang disebabkan bakteri Brucella abortus tersebut. Umumnya ternak yang menderita brucellosis tidak menunjukkan gejala penyakit dengan jelas. Dugaan muncul saat terjadi keluron (keguguran).
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Lumajang Endra Novianto mengatakan, secara umum penyakit tersebut bisa menyebabkan keguguran pada indukan, dan rawan menyerang sapi perah. "Sedangkan untuk mengetahui ternak benar-benar positif, harus dilakukan prosedur pengujian terlebih dahulu," paparnya.
Endra mengungkapkan, darah sapi akan dilakukan uji serologis di laboratorium. Sampel akan diambil serumnya untuk dilakukan uji RBPT (Rose Bengal Plate Test). Hasil positif pada uji RBPT dilanjutkan dengan uji CFT (Complement Fixation Test) pada laboratorium rujukan. "Jika sudah dinyatakan positif CFT, baru bisa dinyatakan terkena brucellosis," jelasnya.
Baca Juga: Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Suharto Ajak Calon Rektor Ngobrol Bareng
Tak adanya gejala yang ditimbulkan membuat sulit pendeteksian penyakit, sehingga harus diwaspadai. "Mengingat juga brucellosis merupakan penyakit zoonosis, yang artinya dapat menular kepada manusia. Sehingga, selain berdampak pada kerugian peternak, tentunya penularannya (zoonosis, Red) harus diperhatikan," tambahnya.
Dia menyampaikan, hewan yang terkonfirmasi positif harus dikarantina terpisah dari kelompok. "Secara ketentuan, ternak yang positif, jika memungkinkan sapi bisa dimusnahkan, karena akan terus menjadi reaktor penularan penyakit. Sedangkan untuk pencegahan yang dilakukan, melalui vaksinasi khusus brucellosis," pungkasnya. (mg1/c2/fid)
Editor : Safitri