SENDURO, Radar Semeru - Saat ini banyak sekali budaya barat masuk ke Indonesia. Membuat anak-anak zaman sekarang terpengaruh gaya kebarat-baratan. Untuk mengantisipasinya, salah seorang perempuan paruh baya mengajak untuk melestarikan budaya dengan mengajarkan seni tari. Hingga kini anggotanya sudah mencapai 55 orang.
Setiap Minggu pagi, banyak anak-anak mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah kejuruan (SMK) memadati Sanggar Sito Laras. Lokasinya berada di Desa/Kecamatan Senduro. Mereka mulai memadati sanggar untuk mengikuti seni tari secara beramai-ramai.
Berbagai tarian diikuti, mulai dari gerakan yang sederhana hingga tingkat kerumitan yang tinggi. Butuh latihan berbulan-bulan untuk menghafalkan satu tarian. “Awalnya suka aja lihat teman-teman menari. Lama-kelamaan tertarik, akhirnya ikut bergabung,” ucap Galuh, peserta sanggar.
Menurut Ketua Sanggar Solati Aslami, kesenian tradisional ini wajib dipertahankan. Dengan mengajak anak-anak kecil. Mengenalkan, mempelajari, dan akhirnya mencintai seni daerah. Dengan demikian, ini bisa menjadi salah satu upaya agar kesenian daerah tetap terjaga.
“Saya merintis mulai tahun 90-an. Alhamdulillah, sekarang anggota sudah 55 orang. Dengan mengajak anak-anak ini, harapannya bisa mempertahankan budaya dan bisa tetap terjaga,” pungkasnya. (dea/c2/fid)
Editor : Safitri