Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Empat Tanggul Ikut Jebol Akibat Banjir lahar Gunung Semeru

Maulana Ijal • Kamis, 13 Juli 2023 | 21:40 WIB

 

JEBOL: Kondisi salah satu tanggul yang jebol karena diterjang banjir lahar beberapa waktu lalu. Kini pembangunan tanggul menjadi prioritas untuk segera dirampungkan
JEBOL: Kondisi salah satu tanggul yang jebol karena diterjang banjir lahar beberapa waktu lalu. Kini pembangunan tanggul menjadi prioritas untuk segera dirampungkan

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID - Banjir lahar Gunung Semeru masih menjadi fokus Pemkab Lumajang saat ini. Dampaknya terbilang kompleks. Selain akses jembatan dan jalan, empat tanggul ikut jebol.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang hingga kemarin menerima laporan ada empat tanggul yang jebol.

Perinciannya ada di Kebondeli, jalur Pak Trubus Pasrujambe, Wareng, dan Bulurejo di Tempusari.

Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Atma Teguh Pambudi mengatakan, tanggul yang jebol itu masih dilakukan asesmen.

"Tahapnya masih dalam proses koordinasi dengan Pemerintahan Provinsi dan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," ucapnya.

Koordinasi dilakukan untuk menentukan pemilahan. Mana yang akan menjadi tanggungan pusat dan bagian yang akan ditanggung kabupaten.

Teguh menjelaskan, saat ini sudah dilakukan pembenahan tanggul darurat di Kebondeli. Prosesnya dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), selaku pengelola aset sungai.

"Sedangkan pembangunannya apakah akan dibangun secara permanen atau bronjong, itu masih proses koordinasi," paparnya.

Dia menambahkan, pembenahan kedaruratan saat ini masih dilakukan di wilayah Kebondeli saja.

“Lokasi lain yang menyusul selanjutnya adalah Wareng, sedang proses pengiriman alat berat ke Tempursari saat ini," tuturnya.

Imbauan masih terus diberikan kepada masyarakat agar tetap waspada. Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu.

Meski musim kemarau, hujan tetap turun dan bencana bisa kapan saja terjadi. "Terutama pada para pekerja yang berada di sepanjang DAS yang berhulu di Gunung Semeru," pungkasnya. (mg1/c2/fid)

Editor : Maulana Ijal
#tanggul jebol #Gunung Semeru #Lahar Semeru