Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Rumah Tertimpa Longsor, Tiga Orang Dalam Satu Keluarga di Lumajang Meninggal Tertimbun Tanah

Radar Digital • Sabtu, 8 Juli 2023 | 00:09 WIB

 

LONGSOR: Penampakan rumah Seger, warga Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, yang tertimpa longsor.
LONGSOR: Penampakan rumah Seger, warga Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, yang tertimpa longsor.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID– Intensitas hujan yang turun hampir setiap hari membuat tebing setinggi kurang lebih 10 meter di Dusun Sriti, Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang longsor, Jumat (7/7) dini hari.

Material longsor itu menimpa salah satu sudut bagian belakang rumah warga hingga mengakibatkan satu keluarga meninggal dunia.

Baca Juga: Ranu Klakah Lumajang Diserang Koyo, Ikannya Mabuk Banyak yang Mati Para Petani juga Merugi

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, sekitar pukul 00.10 terjadi hujan sedang hingga deras di wilayah pegunungan. Termasuk di Kecamatan Pronojiwo.

Lalu menjelang waktu subuh, dinding rumah keluarga Seger warga RT/RW 06/03 Dusun Sriti tiba-tiba jebol terkena longsor. Anak, menantu dan cucunya tertimbun tanah.

Camat Pronojiwo Hindam Adri Abadan mengatakan, rumah keluarga Seger berdekatan dengan tebing di Dusun Sriti. Bahkan, berada di bawah pas tebing setinggi 10 meter.

Rumah itu dihuni oleh dua keluarga. Pertama, dirinya dengan istrinya. Kemudian keluarga anak laki-lakinya bersama menantunya dan cucunya yang masih balita.

Kamar pertama dihuni Seger dan Cintiawati, istrinya. Keduanya selamat. Namun, kamar satunya yang ditempati menantu dan anaknya, Galih Adi Perkasa, 23, dan Candra Agustina, 20, serta bayi mereka yang masih berusia 4 bulan, tertimpa material longsor. Ketiganya meninggal dunia.

“Longsoran tanahnya kena dinding, terus jebol masuk ke salah satu kamar,” kata Hindam.

Baca Juga: Semeru Keluarkan Guguran Sejauh 5 KM, Erupsi Terekam Seismograf dengan Amak 23 Milimeter Berdurasi 10 Menit

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi mengatakan, satu keluarga yang meninggal itu telah dievakuasi warga bersama pemerintah desa setempat. Para korban juga telah dimakamkan.

Petugas BPBD Lumajang tidak bisa menuju ke sana. Sebab, akses menuju kesana banyak yang terjadi longsor.

“Bantuan juga sudah masuk ke sana. Ini memang bencana alam. Apalagi lokasi rumahnya memang berdekatan dengan tebing. Kemudian dinding rumahnya tidak mampu menahan longsoran tanah,” pungkasnya. (son/rus)

Editor : Radar Digital
#Tanah Longsor #Bencana Alam #satu keluarga meninggal #Lumajang