Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ranu Klakah Lumajang Diserang Koyo, Ikannya Mabuk Banyak yang Mati Para Petani juga Merugi

Radar Digital • Rabu, 5 Juli 2023 | 19:00 WIB

 

Ilustrasi menjala ikan di danau.
Ilustrasi menjala ikan di danau.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Suasana objek wisata Ranu Klakah kali ini tak seperti biasanya. Sejak pagi masyarakat dari luar desa berbondong-bondong mendatangi objek wisata ini.

Mereka tampak memburu ikan segar yang ditawarkan oleh warga setempat di pinggir danau. Objek wisata ini diserang koyo.

Informasinya, koyo muncul sekitar pukul 02.00 Senin (03/07), di Ranu Klakah yang ada di Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah. Ikan di danau itu seperti mabuk dan mengapung ke permukaan danau.

Tidak sedikit warga setempat yang menangkap ikan menggunakan sampan berbekal senapan tembak dan jaring penangkap ikan.

Sholeh, salah seorang warga setempat, menjelaskan, kabar fenomena ini cepat menyebar ke masyarakat. Bahkan, kemarin masih ada sejumlah warga yang mendatangi objek wisata itu untuk membeli ikan.

Sebab, ikan segar yang dijual di tempat itu di bawah harga wajar. Lebih murah belasan ribu dari harga normal.

“Kalau biasanya per kilogram di pasar Rp 33 ribu. Tetapi, kalau beli di sini bisa Rp 15 ribu hingga 20 ribu. Makanya banyak yang datang berburu ikan di sini. Sekarang sudah mulai jarang, yang paling ramai, ya, pas hari pertama itu. Banyak ikan mati di sini, namanya fenomena koyo. Setiap tahun terjadi,” katanya.

Memang fenomena ini menguntungkan bagi warga yang mengonsumsi ikan. Tetapi, tidak bagi warga yang memiliki karamba di objek wisata.

Sebab, ikan yang mau memasuki usia panen itu tiba-tiba banyak yang terdampak. Akibatnya, cukup banyak pembudi daya ikan di kawasan tersebut yang merugi.

Seperti yang dialami Dhika, pemilik karamba. Dua tambak miliknya harus panen paksa karena ikannya banyak yang mengambang.

Menurutnya, fenomena ini terjadi pada musim kemarau. Biasanya, cuaca pada malam hari cenderung dingin hingga pagi. Pada momen-momen itu, koyo sering terjadi.

“Kalau dinginnya seperti ini, biasanya gas belerang naik, maka ikan-ikan akan mati. Kalau tidak dipanen, kemungkinan akan mati semua ikannya. Alhamdulillah, sebagian ada yang sudah besar dan waktunya panen. Kami sudah memprediksikan ini. Jadi, ini sudah lumayan untung lah,” pungkasnya. (son/c2/fid)

Editor : Radar Digital
#ranu klakah #Ikan Mati #Lumajang