Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Perempuan Pekerja Toko Kosmetik di Lumajang Jadi Korban Penusukan, Lehernya Terluka Tubuhnya Bersimbah Darah

Radar Digital • Kamis, 22 Juni 2023 | 18:58 WIB
DISTERILKAN: Petugas memasang garis polisi di toko kosmetik Jalan Suwandak, Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan/Kabupaten Lumajang. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus berdarah tersebut.
DISTERILKAN: Petugas memasang garis polisi di toko kosmetik Jalan Suwandak, Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan/Kabupaten Lumajang. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus berdarah tersebut.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID- Peristiwa berdarah menggegerkan warga Lumajang. Seorang pegawai toko kosmetik di Jalan Suwandak, Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan/Kabupaten Lumajang, dilaporkan menjadi korban penusukan oleh orang yang belum diketahui identitasnya.

Korban ditemukan tergeletak bersimbah darah di area tempat kerjanya, Rabu (21/6) malam. Sampai saat ini, perempuan korban penganiayaan itu masih mendapat perawatan intensif di RSUD Lumajang.

Baca Juga: PVMBG Amati Gunung Semeru Mengalami Erupsi Setinggi 600 Meter ke Arah Utara

Hingga kini, jajaran Satreskrim Polres Lumajang masih menyelidiki kasus yang menghebohkan warga Kota Pisang tersebut. Polisi terus mengumpulkan sejumlah keterangan dan beberapa barang bukti lain demi menguak peristiwa ini.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Semeru, keluarga korban telah berada di RSUD Lumajang. Namun, mereka belum menyampaikan informasi apapun tentang keadaan korban. Korban diketahui bernama Fanny Eka Ramadhani, pegawai toko kosmetik.

Bripda Reival Syndast, anggota Samapta Polres lumajang yang berada di lokasi mengatakan, saat ditemukan korban tergeletak bersimbah darah. Korban mengalami luka tusuk di leher.

Korban kemudian dilarikan RSUD Lumajang untuk mendapatkan perawatan medis. "Dugaan sementara pelaku menusuk korban menggunakan senjata tajam di bagian leher," katanya.

Baca Juga: Pengangguran Terbuka di Lumajang Naik 9.719 Orang

Dia juga menjelaskan, warga sekitar tidak ada yang mengetahui kejadian itu secara pasti. Sehingga polisi harus bekerja ekstra untuk mengungkap kasus itu.

"Kondisi CCTV yang ada di tempat kejadian juga dalam keadaan tidak menyala. Jadi belum dapat diketahui pasti informasinya," jelasnya.

Sejauh ini, polisi belum mengungkap siapa pelaku serta apa motif yang melatari penganiayaan tersebut. (*)

Reporter: Hasby

Editor    : Mahrus Sholih

Editor : Radar Digital
#Peristiwa berdarah #penganiayaan #Lumajang