Tanam Mangrove Jadi Tameng Abrasi

Safitri • Dipublikasikan Rabu, 17 Mei 2023 | 22:56 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
BULUREJO, Radar Semeru - Potensi gelombang laut kawasan pesisir selatan Lumajang memang tinggi. Hal itu membuat kawasan selatan rawan abrasi. Bahkan beberapa abrasi membuat kawasan itu rusak cukup parah. Khususnya di Kecamatan Tempursari.

BACA JUGA : Taati Kode Etik Media demi Keselamatan, Kerja Asal Comot Bisa Celaka

Oleh karena itu, pemerintah pusat melalui TNI kembali menggiatkan penanaman pohon di kawasan pesisir. Di Lumajang, penanaman mangrove atau pohon bakau dilakukan di muara Sungai Rawaan, Dusun Karang Menjangan, Desa Bulurejo, Kecamatan Tempursari, Senin lalu. Ratusan prajurit TNI, anggota polisi, sejumlah instansi, hingga masyarakat turun langsung.

Pasiter Kodim 0821/Lumajang Kapten Inf Yudhi Roesdiwanto mengatakan, penanaman ini bertujuan untuk melestarikan alam. Khususnya pesisir pantai agar terhindar dari abrasi. Sehingga habitat alam di sekitarnya tidak punah. “Output dari momen nasional ini dapat meningkatkan kesadaran kita bersama dalam menjaga dan merawat kelestarian hutan mangrove,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang Hertutik menjelaskan, kawasan pesisir pantai memang berpotensi tinggi terjadi abrasi. Oleh sebab itu, langkah pencegahan harus dilakukan secara maksimal. Supaya potensi kerusakan itu bisa ditekan.

Menurutnya, kawasan pesisir Tempursari menjadi langganan abrasi. Padahal, daerah tepi pantai itu sering ditanami pohon mangrove. Akan tetapi, tingginya gelombang laut membuat pohon mangrove yang telah tertanam ikut rusak.

“Penanaman ini sangat mendukung kelestarian ekosistem pesisir pantai. Apalagi, ombak pantai di sini cukup besar. Maka ini sangat penting sebagai upaya kita melindungi ekosistem yang ada,” jelasnya.

Dia berharap mangrove yang ditanam itu bisa bertahan lama dan tumbuh menjadi ekosistem baru. Sehingga tanaman ini bisa menjadi tameng atau buffer zone abrasi di pesisir selatan Lumajang. “Jadi, ketika air laut pasang, gelombang tinggi atau tsunami, pohon mangrove bisa meminimalisasi kerusakan di pesisir,” tambahnya. (kin/c2/fid) Editor : Safitri
Lumajang