"Benar. Informasi yang kami peroleh dari Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, ada APG. Amplitudo maksimal atau amak 15 milimeter," ujar Dwi Nur Cahyo, personel Pusat Pengendalian Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang.
BACA JUGA: Gunung Semeru Luncurkan Material Vulkanis 1,5 Kilometer
Berdasarkan laporan, lama gempa APG ini terjadi selama 157 detik. Sementara jarak luncurnya sejauh 1.500 meter. "Dampaknya nihil," tambahnya.
Berdasarkan pantauan closed circuit television (CCTV) Pantau Gunung Semeru, visual gunung tertinggi di Pulau Jawa ini terlihat jelas. Saat APG terjadi, luncurannya mengarah ke jalur Curahkobokan. Sementara abunya terlihat mengarah ke selatan.
Meski demikian, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Yakni tidak melakukan aktivitas sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.
"Ini bisa berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," pungkasnya. (*)
Reporter: Muhammad Sidkin Ali
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital