https://radarjember.jawapos.com/berita-lumajang/14/08/2022/ini-dia-kuliner-tradisional-di-lumajang-yang-jadi-incaran/
Es campur ini memang tidak asing lagi. Sebab, ini es legendaris yang telah berdiri sejak tahun 1956. Peminatnya pun beragam. Mulai usia dewasa sampai anak-anak. Tak heran jika dalam sehari puluhan porsi terjual. Terutama saat hari seperti saat ini.
Hidayatul Muaffah, salah satu pengunjung, mengatakan, es legendaris ini memiliki cita rasa yang unik. Perpaduan beragam isian ditambah sirup membuat rasanya semakin nikmat. Apalagi dinikmati saat cuaca terik di siang hari di libur Lebaran.
“Sudah langganan sejak lama. Rasanya enak, unik dan segar. Harganya juga terjangkau. Cocok diminum kalau cuacanya seperti sekarang. Apalagi setelah silaturahmi ke keluarga. Panas-panas memang cocok minum es,” ujarnya.
Pemilik Depot Es Campur Jelita, Daniel Candra Wibowo, mengatakan, es campur ini termasuk menu pertama yang disajikan dahulu. Es campur langsung jadi primadona. “Pertama itu ada es campur. Terus ada es teler, es dawet, dan es kacang ijo juga. Tapi, yang paling banyak dibeli, ya, es campur,” katanya.
Dia mengungkapkan, es campur ini dibuat dari resep turun-temurun. Kesegaran es ini telah diwariskan hingga tiga generasi. “Ibu generasi kedua. Sekarang usaha ini saya teruskan. Jadi sudah ada generasi ketiga,” ungkapnya.
Meski turun-temurun, pembuatan es campur ini tidak mudah. Sebab, ada satu hal yang tidak bisa tergantikan. Yakni sirup keluarga. Oleh karena itu, sirup ini menjadi resep andalan yang wajib disajikan pada isian kolang-kaling, cincau, papaya, melon, hingga alpukat dalam satu mangkok besar.
Dia bersyukur, depot yang dimilikinya ini jadi jujukan masyarakat melepas dahaga. “Sehari bisa jual antara 80 sampai 100 porsi es,” pungkasnya. (kin/c2/bud) Editor : Maulana Ijal