BACA JUGA : Rekomendasikan Pemecatan, DPRD Jember Nilai Kerja Empat Kepala OPD Gagal
Pemilik rumah penitipan kucing, Dio Prayogi, mengatakan, setiap Lebaran maupun libur panjang, rumah penitipan kucing miliknya selalu ramai konsumen. Rerata mereka adalah pelanggan tetap.
“Bahkan sebelum Lebaran sudah ada yang pesan duluan. Jadi, nanti ketika mau mudik, pemilik langsung menyerahkannya ke sini,” katanya. Setiap pelanggan, lanjutnya, tidak ada batasan jumlah kucing yang akan dititipkan. Yang pasti, kucing dalam kondisi sehat. Selain itu, syarat utamanya adalah kucing sudah divaksin.
Dio menjelaskan, dirinya menyediakan sejumlah paket penitipan. Mulai penitipan reguler hingga paket lengkap. Itu meliputi penitipan, perawatan mandi dan grooming, hingga perawatan lain seperti obat kutu dan cacing.
“Kalau biasa, biaya penitipan per harinya Rp 45 ribu. Itu hanya perawatan biasa seperti penginapan dan pemberian makan. Nah, makanannya ini dari pemilik sendiri. Kalau paket grooming dan lainnya, biayanya, ya, lebih dari itu,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, rumah penitipan ini sudah dijalankan sejak tahun 2016 lalu. Awalnya, dia belajar autodidak memandikan kucing miliknya sendiri. Setelah itu, ada beberapa kerabat yang menitipkan kucing ke rumahnya. Akhirnya, dia memutuskan untuk membuka rumah penitipan kucing.
Saat ini, dirinya memiliki dua rumah kucing. Berada di depan dan belakang rumahnya. Sementara jumlah kandangnya lebih dari 20 kandang. “Semuanya sudah terisi untuk Lebaran. Idealnya masing-masing kandang diisi satu ekor. Tetapi ada kandang yang diisi dua ekor. Mulai jenis kucing Persia, bulu pendek Britania atau BSH (British shorthair) hingga bulu panjang,” terangnya.
Sementara itu, Devita, salah satu pencinta kucing, mengaku cukup khawatir jika meninggalkan kucingnya sendirian di rumah. Apalagi, dia dan keluarga akan mudik dalam waktu cukup lama. Oleh karena itu, dia memilih menitipkan kucing kesayangannya di rumah penitipan kucing.
“Sudah biasa menitipkan di sini. Kalau dititipkan merasa lebih aman. Karena mau ditinggal mudik ke Malang sekitar seminggu,” ujar perempuan asal Malang tersebut. (kin/c2/fid) Editor : Safitri