Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pembeli Sarung Meningkat

Safitri • Senin, 17 April 2023 | 19:46 WIB
ilustrasi
ilustrasi
TOMPOKERSAN, Radar SemeruHari Raya Idul Fitri atau Lebaran semakin dekat. Bagi sebagian orang, Lebaran tidak lengkap jika tidak berburu pakaian atau aksesori muslim. Meski demikian, tidak semuanya beranggapan seperti itu.

BACA JUGA : Kecelakaan Akibat Sopir Truk Salip Truk, Pengemudi Sepeda Motor Meninggal

Fenomena berburu pakaian menjelang Lebaran memang biasa terjadi. Hal ini menjadi berkah bagi para penjual pakaian dan aksesori muslim. Di Pasar Baru Lumajang, terpantau beberapa hari ini cukup banyak masyarakat mendatangi toko tersebut.

Salah satu penjual, Samsul, mengaku bersyukur banyak pembeli. Rerata, kata dia, membeli sarung. Bahkan, penjualan sarung lebih banyak daripada pakaian atau aksesori muslim lainnya.

“Ada yang beli bijian atau satuan. Ada juga yang beli dalam jumlah banyak. Tahun ini memang pembeli sarung lebih banyak dibandingkan barang lainnya. Pembelinya tidak hanya laki-laki, perempuan juga beli. Karena ada sarung perempuan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, momentum Lebaran seperti ini, hampir seluruh produk yang dijualnya di bawah harga normal. Apalagi jika membelinya dalam jumlah banyak. Tentu harganya bisa jauh lebih murah.

Lelaki asal Kelurahan Rogotrunan ini sudah berjualan lebih dari 30 tahun. Menurutnya, tahun ini pembeli barang ini lebih banyak. “Ya, kalau dibandingkan dengan masa Covid-19, ya, lebih banyak sekarang. Alhamdulillah, keuntungan yang didapat juga lebih dari cukup,” tambahnya.

Sementara itu, Umi, penjual lainnya, menjelaskan, tahun ini memang sudah normal. Masyarakat yang mendatangi lapak kecilnya juga beragam. Dia mengaku, sarung juga menjadi penjualan terbanyak. Oleh karena itu, dirinya menyiapkan stok sarung lebih banyak.

Meski demikian, menurut Umi, masyarakat kini banyak membeli melalui toko daring. Hal itu memang cukup berdampak pada penjual seperti dirinya. Tetapi, dia meyakini rezeki tidak pernah tertukar.

“Disyukuri terus. Jika disyukuri, selalu saja ada yang beli. Senang rasanya ada yang beli. Ada interaksi antara kami dengan pembeli. Dan mereka bisa lebih leluasa memilih barangnya,” pungkasnya. (kin/c2/fid) Editor : Safitri
#Lumajang