Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cuaca Ekstrem, Waspadai Pancaroba

Safitri • Selasa, 11 April 2023 | 21:51 WIB
MENERJANG HUJAN: Pengendara motor mengenakan jas hujan melintasi jalan di bawah guyuran hujan, kemarin. BPBD Lumajang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
MENERJANG HUJAN: Pengendara motor mengenakan jas hujan melintasi jalan di bawah guyuran hujan, kemarin. BPBD Lumajang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
TOMPOKERSAN, Radar Semeru - Cuaca di Lumajang belakangan ini makin tidak menentu. Rerata wilayah Lumajang panas terik. Hujan yang turun sudah jarang terjadi. Meski hujan, tidak berlangsung lama.

BACA JUGA : 3 Rekomendasi Tempat Ngabuburit Favorit Warga Jember

Kini Lumajang memasuki masa pancaroba. Peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Meski pancaroba, potensi bencana hidrometeorologi masih tetap ada. Oleh karena ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang meminta agar masyarakat tetap waspada.

"Harus tetap waspada. Karena sekarang ini masih turun hujan. Makanya, setiap beraktivitas, apalagi itu di luar rumah, kewaspadaan ini sangat perlu," ujar Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswoyo.

Menurut Wawan, meski hujan jarang turun, potensi bencana seperti hujan deras disertai angin, tanah longsor, hingga pohon tumbang masih bisa terjadi. Kapan saja dan di mana saja. Karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat perlu ditingkatkan.

Apalagi, lanjutnya, aktivitas masyarakat di luar rumah saat ini mulai banyak. "Informasi mengenai cuaca, baik didapat dari BPBD ataupun BMKG, hendaknya menjadi perhatian masyarakat. Khususnya bagi yang hendak bepergian atau di luar rumah. Karena itu bisa menjadi acuan nantinya," jelasnya.

Selain itu, pihaknya meminta masyarakat agar mengantisipasi sejak dini. Misalnya menghindari berkendara saat hujan dan angin kencang. Atau, kata dia, sudah menyiapkan jas hujan sebelum berkendara, khususnya roda dua. "Ini penting untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain," tambahnya.

Wawan mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap remeh. Apalagi di masa pancaroba. Sebab, tingkat kerawanan dan dampaknya tidak bisa diketahui secara akurat. Apalagi, status bencana hidrometeorologi belum dicabut. "Selama belum dicabut, artinya masih berpotensi, kecil atau besar. Maka, masyarakat juga harus mengenali potensinya untuk mencegahnya," pungkasnya. (kin/c2/fid) Editor : Safitri
#Cuaca #Lumajang