BACA JUGA : Petani Minta Transparansi Dana Kepada LMDH Sumber Kembang
Salah satu stan pasar yang paling banyak dikunjungi adalah stan milik paguyuban petani hortikultura. Sebab, stan itu menjual sayur-mayur. Masyarakat pun ramai membelinya.
"Harga yang dijual memang murah. Tentunya di bawah harga pasar. Meskipun murah, para petani sudah dapat untung berdasarkan hitungan operasionalnya," ujar perwakilan paguyuban petani hortikultura, Heru Afandi.
Heru mengatakan, pihaknya menjual semua produk hortikultura segar. Itu hasil panen petani di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Rowokangkung, Senduro, Pasrujambe, dan Candipuro. "Jadi, buah dan sayurnya masih sangat segar. Karena setelah dipanen, langsung dibawa ke sini untuk dijual," terangnya.
Dia bersama para petani hortikultura senang. Sebab, di hari pertama, stannya ramai dikunjungi warga. Khususnya kelompok ibu-ibu. Mereka pun memborong sayur-mayur dalam jumlah banyak. "Satu kali kiriman petani itu bisa habis dalam waktu satu jam. Ini berkah bagi para petani," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Diskopindag Lumajang Muhammad Ridha mengatakan, sedikitnya ada 44 stan yang disediakan. Mereka menjual produk asli Lumajang. Mulai dari sembako, sayur, buah, makanan, jajanan, olahan makanan, hingga kerajinan. "UMKM, organisasi, kelompok masyarakat, dan instansi seperti Bulog juga dilibatkan selama empat hari pelaksanaan Pasar Ramadan," katanya.
Ridha menjelaskan, Pasar Ramadan itu bertujuan menyediakan kebutuhan masyarakat. Khususnya kebutuhan dapur. Tentu harga yang dijual lebih murah dari harga pasar. Sebab, itu untuk memenuhi kebutuhan dan menjaga stabilitas harga di tengah masyarakat.
Dia berharap pasar yang dibuka hingga Sabtu (8/4) mendatang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Lumajang. "Selain ekonomi, kami berharap ada peningkatan penggunaan produk dalam negeri," harapnya. (kin/c2/fid) Editor : Safitri