BACA JUGA : Kiper Muda Asli Jember Kecewa Berat, Belum Bisa Main di Piala Dunia
Kemarin, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali memuntahkan lava pijar. Gugurannya membentuk lidah lava panjang. Itu terekam dalam pantauan CCTV Gunung Semeru. Sekitar pukul 4.30, terlihat kolom abu membubung tinggi dari puncak kawah.
Berdasarkan laporan pengamatan Pos Pantau PVMBG Gunung Semeru sejak pukul 00.00 dini hari, teramati tiga kali letusan. Tinggi asapnya mencapai 700 meter berwarna putih kelabu condong ke arah utara-timur laut.
Sementara, guguran lava pijar terjadi satu kali dengan jarak luncur 2,5 kilometer mengarah ke Besuk Kobokan. Tak hanya itu, saat lava pijar keluar, suara gemuruh terekam sebanyak lima kali. Sedangkan gempa letusan tercatat terjadi sebanyak 22 kali dengan amplitudo maksimal 24 mm berdurasi 86-173 detik. Selanjutnya, gempa guguran satu kali dengan amplitudo 9 mm berdurasi 150 detik.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi menyebut adanya peningkatan aktivitas vulkanis. Namun, sejauh ini tidak berdampak langsung. “Tidak berdampak ke area permukiman di sekitar lereng Gunung Semeru atau yang ada di bawahnya,” katanya.
Hingga kini, Gunung Semeru masih tetap pada status level III Siaga. Meski demikian, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Terutama pada malam hari.
Patria menambahkan, pada peralihan cuaca seperti saat ini, masyarakat perlu mewaspadai potensi banjir lahar hujan. Sebab, material sisa erupsi hingga saat ini masih menumpuk di bibir kawah. Karenanya, saat terjadi hujan, bisa membawa material lebih banyak. (kin/c2/fid) Editor : Safitri