Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pengembangan Kambing Senduro Asli Lumajang

Safitri • Rabu, 22 Februari 2023 | 17:20 WIB
ASLI LUMAJANG: Kambing ras Senduro, kambing asli Lumajang, diikutkan dalam kontes kambing di Desa Jambekumbu, Kecamatan Pasrujambe, Minggu (19/2).
ASLI LUMAJANG: Kambing ras Senduro, kambing asli Lumajang, diikutkan dalam kontes kambing di Desa Jambekumbu, Kecamatan Pasrujambe, Minggu (19/2).
JAMBEKUMBU, Radar Semeru – Kambing Senduro merupakan hasil persilangan kambing etawa India dengan kambing kacang dan jawarandu. Masyarakat masih menyebutnya sebagai kambing etawa Senduro. Cirinya yang unik membuat kambing jenis ini mudah dikenali.

BACA JUGA : Harga Pakan Mulai Naik, Peternak Lele Risau

Kambing Senduro memiliki ciri kuping panjang melintir, berwarna putih, berbulu putih dan panjang. Postur yang tinggi dan berbobot memiliki nilai seni tersendiri bagi para pencinta kambing. Tak heran jika kambing jenis ini menjadi unggulan Lumajang. Sampai-sampai, cukup sering kontes kambing Senduro digelar. Terbaru, kontes itu dilaksanakan di Desa Jambekumbu, Kecamatan Pasrujambe, Minggu (19/2).

Ketua Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) DPC Lumajang Yanuari BW mengatakan, kontes itu sebagai sarana latihan bersama bagi para pemilik kambing Senduro. Meskipun namanya diambil dari salah satu kecamatan di Lumajang, ternyata kambing itu juga dimiliki peternak di luar Senduro. Bahkan di sejumlah kota tetangga Lumajang juga cukup banyak.

“Kalau kontes ini latihan bersama tiga kelas. Yakni kelas E, D, dan C betina serta jantan untuk kambing pemula. Ini berdasarkan tinggi postur tubuh dan belum powel atau gigi masih gigi susu,” katanya.

Sementara, kambing dengan kelas A dan B belum dikonteskan. Sebab, kedua kelas itu memiliki grade yang paling banyak diminati. “Kami mengenalkan ke masyarakat bahwa ini lo kambing asli Lumajang. Ini juga sudah standar nasional Indonesia atau SNI sesuai SK Kementerian Pertanian RI,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Siswanto menyebut, potensi pengembangan kambing ini sangat besar. Apalagi belakangan mulai kembali diminati masyarakat. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas kambing bakal jadi fokus utama.

Dia menjelaskan, saat ini jumlah penyebarannya sangat banyak. Namun, jumlah kambing yang memiliki surat keterangan layak bibit (SKLB) masih minim alias sedikit. “Ini jadi fokus kami di tahun ini. Target ada 300 kambing Senduro yang benar-benar terverifikasi SNI dan memiliki bukti sertifikat atau SKLB,” jelasnya.

Hal itu, lanjutnya, sebagai bagian dari pengembangan komoditas kambing. Sebab, rencananya pengembangan tidak hanya dilakukan di kantong bibit kambing Senduro, yakni di Senduro dan Pasrujambe. “Tetapi, di kecamatan lain juga sudah mulai banyak peternak yang mengembangkannya,” tambahnya. (kin/c2/fid)  Editor : Safitri
#kambing senduro #Lumajang