Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Puluhan Mahasiswa Siap Jadi Penyuluh

Safitri • Selasa, 17 Januari 2023 | 19:53 WIB
Photo
Photo
ROGOTRUNAN, Radar Semeru – Puluhan mahasiswa Fakultas Dakwah UIN KH Achmad Shiddiq Jember bakal menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di kantor urusan agama (KUA) Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang. Itu setelah mereka resmi dilepas Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS di Aula MAN Lumajang, kemarin. Nantinya mereka bakal disiapkan menjadi penyuluh di masing-masing KUA.

BACA JUGA : Puluhan Rumah Warga di Perbatasan Jenggawah-Ajung Jember Terendam Banjir

Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Prof Ahidul Asror menyebut ada ratusan mahasiswa yang menjalani PKL di empat kabupaten. Di Lumajang, lanjutnya, bakal diisi oleh 85 mahasiswa dari lima program studi yang ada.

Asror mengatakan mengatakan PKL ini berlangsung selama sebulan. Menurutnya, PKL bagian dari implementasi kurikulum yang sudah dirancang fakultas. “Ini untuk menciptakan SDM yang ahli dalam bidang dakwah. Terutama SDM yang siap melaksanakan kegiatan penyuluhan,” katanya.

Salah satu kegiatan yang akan ditekuni mahasiswa adalah menjadi penyuluhan agama di masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar mahasiswa harus segera melakukan penyesuaian diri dengan masyarakat. Sehingga pelaksanaan PKL dapat berjalan tanpa hambatan.

“Kita ini sebagai pendatang. Tentu harus bisa menyesuaikan di tengah masyarakat dengan baik. Maka, selama PKL, kami berharap mahasiswa bisa menyerap pengalaman dari para penyuluh di masing-masing KUA,” terangnya.

Nantinya, puluhan mahasiswa ini bakal dibimbing langsung oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) UIN KHAS Jember dan dosen pamong dari KUA di Lumajang. Sehingga bisa melahirkan output pengalaman di bidang dakwah.

Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Lumajang Dr Muhammad Muslim menyatakan seluruh mahasiswa PKL itu diterima di Lumajang. Pihaknya meminta agar mahasiswa menjalani praktik dengan giat. Terutama saat memberikan penyuluhan keagamaan ke masyarakat.

“Nanti harus disiapkan sungguh-sungguh. Misalnya jadi khotib, maka harus belajar dulu. Dan disesuaikan dengan kondisi masyarakatnya,”ujarnya. Dirinya berpesan agar mahasiswa juga turut menjaga marwah Kemenag dan UIN KHAS.

“Jangan sampai ada yang berperilaku tidak baik. Kami percaya mahasiswa UIN KHAS bisa menjaga itu,” pungkasnya.(kin/fid) Editor : Safitri
#Lumajang