BACA JUGA : Pohon Angsana Perlu Dirawat
Sekitar pukul 10.45, akses jalan Lumajang-Jember itu sempat buntu hingga membuat antrean kendaraan mengular. Sepeda motor harus bergantian untuk melintas. Bahkan, kendaraan roda empat dan kendaraan besar lainnya terpaksa berhenti. Sebab, pohon trembesi berdiameter 50 sentimeter itu menutup badan jalan.
Suparno, salah satu pengendara mobil, mengatakan, sejak pagi kondisi cuaca cukup cerah. Selama perjalanan menuju Jember, angin berhembus cukup kencang. Tiba-tiba jalan padat merayap. Ternyata, tidak jauh dari lokasinya berhenti terdapat pohon sepanjang kurang lebih sepuluh meter tumbang ke tengah jalan.
Tidak ada dampak berlebih, kecuali membuat macet. Evakuasi batang dan ranting pohon juga berlangsung cukup cepat, hampir satu jam. Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswoyo menjelaskan, dalam waktu sehari, angin kencang menyebabkan dua pohon tumbang.
Selain di Desa Bayuputih Lor, Kecamatan Randuagung, pohon tumbang juga terjadi di selatan kantor Desa Boreng, Kecamatan Lumajang, pada pukul 12.50. Pohon itu menimpa kabel PJU dan PLN. TRC BPBD Lumajang langsung mendatangi lokasi serta melakukan pembersihan pohon supaya tidak membahayakan warga.
Wawan menambahkan, dua peristiwa itu memang tidak menimbulkan korban. Namun, warga diminta untuk selalu waspada terhadap peningkatan cuaca. Sebab, memasuki puncak musim hujan cuaca cenderung tidak menentu dan berpotensi disertai angin cukup kencang.
“Selama beberapa hari kemarin hujan memang tidak terlalu deras, tetapi angin berembus lumayan kencang. Jadi, kami mengimbau supaya lebih berhati-hati. Karena bencana hidrometeorologi lumayan mengancam. Terutama ketika hujan deras dan angin, itu harus diwaspadai,” pungkasnya. (son/c2/fid) Editor : Safitri