BACA JUGA : Jalanan Licin, Pasir dan Kerikil Bahayakan Pengendara
Berkat keresahan hati perupa di Lumajang, impiannya bisa berbuah manis. Event yang digelar secara rutin mampu mengangkat Lumajang masuk dalam peta seni rupa yang tidak hanya memiliki ruang lingkup di Lumajang. Melainkan secara nasional, seperti beberapa kota, yaitu Malang, Surabaya, Pasuruan, Banyuwangi, dan masih banyak lainnya. Kondisi ini berdasarkan kontinuitas untuk mengangkat karya seni rupa di Lumajang yang makin kurang diminati.
Penempatan lokasi di titik-titik tertentu serta pembaruan seni rupa yang terbilang unik membuat banyak pengunjung mulai meliriknya. Dengan melibatkan semua kalangan, mulai dari tingkatan TK sampai lanjut usia. Semuanya bisa ikut andil kembali mengenalkan seni rupa di Lumajang. “Memang pameran di Lumajang tidak hanya diikuti oleh muda-mudi dan lansia. Anak-anak pun bisa memamerkan karyanya. Utamanya mereka yang berpartisipasi dalam lomba mewarnai,” ucap Rudi Hartanto, panitia pelaksana.
Dia menambahkan, sejauh ini yang ikut terlibat dalam pameran seni rupa juga berkelas internasional. Dengan hasil karyanya yang bisa diacungi jempol. Tidak heran jika Lumajang juga masuk dalam peta seni rupa. “Di penjuru Lumajang banyak perupa. Sejauh ini yang saya ketahui sebelum 2022 Lumajang tidak masuk peta seni rupa Jawa Timur bahkan nasional. Kegiatan Mahameru Art Festival penanda sudah masuk peta,” pungkas. Harapannya, seni rupa di Lumajang makin banyak diminati sehingga banyak generasi penerus yang mempertahankannya. (dea/c2/bud)
Editor : Safitri