BACA JUGA : Baru Selesai Dibangun, Jembatan Limpas Tertutup Material Gunung Semeru
Kemarin, banjir lahar Gunung Semeru kembali terjadi. Getaran banjir terekam pada pukul 11.40. Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru mencatat skala banjir 8 hingga 25 milimeter.
Akibat banjir tersebut, material vulkanis APG Gunung Semeru memenuhi daerah aliran sungai (DAS) Semeru. Material itu juga terbawa hingga jembatan limpas Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro. Sehingga aliran dan sekitar jembatan penuh material.
Kondisi tersebut menyebabkan satu dusun di sisi barat aliran sungai terisolasi. Sebab, material berupa pasir, batu, dan lumpur itu penuh menutup jembatan. Bahkan, saat banjir susulan terjadi, material meluber hingga ke jalan.
"Kalau getaran banjir sebenarnya lebih besar kemarin (Senin, Red). Tetapi, intensitas air dan material yang terbawa lebih besar ini," ujar Kepala Desa Jugosari Mahmudi.
Dia menjelaskan, sejak ada informasi getaran banjir, pihaknya melarang warga melintas di atas jembatan. Baik dari Dusun Sumber Kajar yang berada di timur sungai maupun Dusun Sumberlangsep yang ada di seberangnya. "Saat banjir, kami sudah meminta warga berkumpul di satu titik aman," tambahnya.
Pantauan di lapangan, banjir susulan beberapa kali terjadi. Sehingga material yang terbawa bertambah banyak. Informasi yang dihimpun, jembatan limpas juga mengalami keretakan. Kondisi tersebut tentu membahayakan masyarakat.
Sementara itu, Komandan Regu (Danru) Tiga Basarnas Surabaya memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Pihaknya bersama potensi relawan sudah berjaga sejak pagi. Termasuk saat banjir datang, pihaknya langsung meminta seluruh masyarakat menjauhi jembatan dan aliran.
"Banjir lahar tidak sampai di permukiman warga meskipun materialnya lewat di atas jembatan. Kami memastikan warga tidak melintas di atas jembatan," pungkasnya. (kin/c2/bud) Editor : Safitri