BACA JUGA : Status Gunung Semeru Naik Jadi Level IV Awas
Sekitar pukul 16.30 kemarin, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengumpulkan seluruh OPD terkait. Fokus penanganan kali ini diprioritaskan untuk mengosongkan kawasan yang masuk zona merah. Seperti sejumlah dusun di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, dan Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.
Asisten Administrasi Setda Lumajang Nugroho Dwi Atmoko mengatakan, pengamatan Pos Pantau Gunung Api di Pos Sawur menyebutkan, erupsi terakhir terjadi pada pukul 11.36. Jarak luncur APG saat itu mencapai enam kilometer mengarah ke selatan dan tenggara.
“Jarak ini lebih rendah dari sebelumnya. Kalau sebelumnya mencapai 13 kilometer, ini hanya sekitar enam kilometer. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, warga diimbau untuk selalu waspada. Terutama warga yang tinggal di sekitar aliran lahar Gunung Semeru,” katanya.
Sementara itu, Cak Thoriq, sapaan akrabnya, mengatakan, digelar rapat koordinasi untuk memetakan penanganan dalam mengantisipasi bencana susulan. Sebab, diperkirakan endapan material vulkanis Gunung Semeru yang masih panas itu bisa mengakibatkan bencana sekunder berupa banjir lahar dingin.
“Kami ingin memastikan tidak ada penduduk lagi yang tinggal di Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Selain itu, kami ingin memberikan imbauan supaya warga yang tinggal di sekitar aliran sungai selalu waspada. Karena bencana banjir lahar dingin masih cukup mengancam,” pungkasnya. (son/c2/bud) Editor : Safitri