BACA JUGA : Pompa Irigasi Bertenaga Surya Untuk Petani di Desa Dukuhdempok Wuluhan
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang mencatat sedikitnya ada 111 hewan ternak yang diungsikan. Sebanyak 109 di antaranya merupakan kambing. "Sisanya domba. Semua ternak dari Dusun Kajar Kuning dan Dusun Supiturang," ujar Medik Veteriner Muda DKPP Lumajang, drh Endra Novianto.
Endra mengatakan, Pemkab Lumajang sudah menyiapkan kandang komunal. Kandang itu bisa menampung ratusan hewan ternak jenis kambing dan domba. Letaknya berada di lahan hunian relokasi Bumi Semeru Damai (BSD), Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro.
Dia menjelaskan, persiapan itu sudah dilakukan setelah APG Gunung Semeru. Sehingga masyarakat bisa langsung mengevakuasi ternaknya ke tempat aman. "Kalau mau dievakuasi ke tetangga desa, kerabat, atau hunian juga bisa. Tetapi kami juga sediakan kandang komunal bagi yang tidak ada tempat tinggal," jelasnya.
Selama di kandang, lanjutnya, pemantauan ternak bisa lebih maksimal. Sebab, pihaknya juga menyiapkan beberapa dokter hewan. Sehingga penanganannya bisa lebih maksimal. Terutama memastikan agar kesehatan hewan tetap terjaga.
Tak hanya memantau dan memeriksa kesehatan, pihaknya juga bakal menyuplai pakan ternak. "Kalau nanti ada bantuan, kami langsung berikan. Tetapi, masih menunggu juga. Skema kedua bisa jadi kami booking lahan. Nanti warga yang mengambil pakan sendiri untuk ternaknya," terangnya.
Mengenai ternak unggas, pihaknya belum bisa mengaver. Sebab, fokus utama kambing dan domba. Sementara, ternak jenis sapi belum ada informasi dievakuasi ke kandang komunal.
"Ada info ternak yang mati juga. Seperti kambing yang terkubur material. Kalau bisa dikubur, ya dikubur. Jika tidak, dibakar," pungkasnya. (kin/c2/bud) Editor : Safitri