Akan tetapi, perasaan senang itu tak bertahan lama. Karena jembatan penghubung dua dusun itu kembali tidak bisa dilalui. Ini setelah material awan panas guguran (APG) Gunung Semeru menutup jembatan.
BACA JUGA: Hari Kedua, Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru Evakuasi Barang Berharga
Ani, warga dusun setempat mengungkapkan, material itu sudah banyak sejak APG terjadi, Minggu (4/12). Namun jumlahnya tidak sebanyak kemarin. "Material abu, pasir dan batu terbawa banjir lahar siang tadi. Ini terbawa sampai ke jembatan dan akhirnya menutup jembatan di sisi barat," ungkapnya.
Tumpukan material tersebut menutup sebagian jembatan. Hal itu menyebabkan batu berukuran kecil hingga besar bertengger di atas jembatan. Praktis kondisi tersebut menyulitkan warga untuk melintas.
"Kalau jalan kaki masih bisa. Untuk sepeda motor sebenarnya tidak disarankan. Karena banyak batuan di atas jembatan. Tetapi, ada juga warga yang tetap nekat melintas," ujarnya.
Informasi yang berhasil dihimpun, jembatan ini rencananya hendak diresmikan hari ini. Peresmian itu dilakukan sederhana dengan menggelar doa bersama. Namun, belum juga diresmikan, jembatan tak bisa dilalui kembali.
BACA JUGA: Status Gunung Semeru Naik Jadi Level IV Awas
"Terpaksa ditunda dulu sampai menunggu waktu yang tepat. Karena ini masih bahaya," timpal Fitri, warga lainnya. Dia berharap, kondisi tersebut bisa segera tertangani. Sebab, jembatan itu akses tercepat masyarakat.
"Untuk mengantar anak ke sekolah, ke lahan atau lainnya. Kalau kondisinya seperti ini, ya harus hati-hati. Semoga ada penanganan untuk memindah material dari atas maupun bawah jembatan," pungkasnya. (*)
Reporter: Muhammad Sidkin Ali
Foto : Muhammad Sidkin Ali
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal