Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gempa dan Letusan Gunung Semeru Belasan Kali

Safitri • Senin, 5 Desember 2022 | 23:06 WIB
Photo
Photo
KAJAR KUNING, Radar Semeru - Sejak luncuran awan panas guguran (APG) pertama, aktivitas Gunung Semeru terus meningkat. Hal itu berimbas pada peningkatan level Gunung Semeru. Semula dari level III (siaga) menjadi level IV (awas).

BACA JUGA : Serapan APBD Rendah, Budaya yang Belum Hilang

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi mengatakan, status itu sudah diperbarui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Karena itu, sejak pukul 12.00 WIB status Gunung Semeru resmi naik.

"Status awas diterbitkan PVMBG. Dan ini akan diikuti oleh Pemkab Lumajang," katanya. Patria melanjutkan, peningkatan aktivitas itu patut diwaspadai oleh seluruh masyarakat. Terutama yang berada di sekitar Gunung Semeru.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati. Sebab, APG Gunung Semeru disertai hujan lokal. Sehingga material Gunung Semeru bisa membahayakan keselamatan dan permukiman warga. "Dampaknya beberapa desa di Lumajang terkena hujan abu vulkanis," terangnya.

Data yang berhasil dihimpun, mulai pukul 00.00 hingga 12.00 WIB, jenis gempa yang terekam didominasi oleh gempa awan panas dan gempa letusan sebanyak 13 kali. Sementara, amplitudo awan panas terekam 40 mm dan masih berlangsung hingga sore hari.

Sementara itu, kemarin, Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama forkopimda mendatangi lokasi erupsi. Wabup, Kapolres, Dandim dan Kepala Pelaksana BPBD Lumajang juga turut mendampingi. Saat berada di lokasi, bupati menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemetaan. Sebab, sejak pagi peningkatan aktivitas itu terus terekam. Terakhir setelah lebih dari 10 kilometer, status level tersebut berubah.

"Masyarakat yang mengungsi rata-rata bertempat tinggal di hunian relokasi di Desa Sumbermujur. Karena Desa Penanggal dan Sumbermujur ini bertetangga. Masyarakat di situ masih ada rasa trauma dan panik. Tapi, sebenarnya untuk tetap tinggal di hunian relokasi masih aman," jelasnya.

Mengenai evakuasi dan pengungsian, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah tempat. Terutama memfungsikan kantor desa dan fasilitas umum sebagai tempat pengungsian. "Personel dan logistik juga sudah kami siapkan," tambahnya. (kin/c2/fid)

  Editor : Safitri
#Gunung Semeru #Lumajang