BACA JUGA : Mengenang Widad bin Thalib, Ibunda Mantan Bupati Faida
Pantauan di lapangan, sebagian permukiman warga sudah tertimbun material Gunung Semeru. Tepatnya di sekitar Sungai Sumber dan Sungai Besuk Cangkah. Lebih dari sepuluh rumah dan satu musala yang baru dibangun tertimbun material.
Sejumlah warga terlihat masih kembali ke rumah mereka. Sebagian menyelamatkan barang berharga seperti baju, sound system, hingga alat bengkel. Sebagian lain mengevakuasi ternak kambing.
Kemarin sore, Bupati Lumajang Thoriqul Haq meninjau langsung kawasan Kajar Kuning. Bupati didampingi Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, Dandim 0821 Lumajang Letkol Czi Gunawan Indra Yitno, dan Kalaksa BPBD Lumajang Patria Dwi Hastiadi melihat kondisi permukiman warga. Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati didampingi Kepala Dinsos P3A Lumajang menemani para pengungsi di Kantor Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.
Cak Thoriq, sapaan akrab Bupati Lumajang, mengatakan, material APG sudah memasuki area permukiman. Kawasan itu berada di jalur menuju penyeberangan Curah Kobokan. "Kajar Kuning merupakan jalur darurat yang digunakan untuk masyarakat menuju Pronojiwo dan Kabupaten Malang. Alasan dijadikan jalur darurat karena pembangunan Geladak Perak belum selesai," katanya.
Mengenai warga yang mengungsi di Kecamatan Pronojiwo, pihaknya sudah meminta Pemprov Jawa Timur untuk mengaver. Sebab, jalur menuju Pronojiwo via Curah Kobokan terputus.
"Kami sudah meminta kepada Ibu Gubernur agar BPBD provinsi take over penanganan pengungsi atau tempat evakuasi di Kecamatan Pronojiwo. Karena tempat ini (Kajar Kuning, Red) tidak bisa dijadikan sebagai jalur alternatif, karena benar-benar terputus," jelasnya. (kin/c2/fid)
Editor : Safitri