Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pascaerupsi Gunung Semeru, Lima Titik Pengungsian Sudah Penuh

Safitri • Senin, 5 Desember 2022 | 18:35 WIB
EVAKUASI: Sejumlah warga terdampak, mulai dari perempuan hingga anak-anak, yang terkena imbas abu vulkanis dievakuasi petugas menggunakan pikap ke tempat yang lebih aman. (ATIEQSON MAR IQBAL/RAME)
EVAKUASI: Sejumlah warga terdampak, mulai dari perempuan hingga anak-anak, yang terkena imbas abu vulkanis dievakuasi petugas menggunakan pikap ke tempat yang lebih aman. (ATIEQSON MAR IQBAL/RAME)
SUMBERURIP, Radar Semeru - Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Minggu (04/12) dini hari membuat sejumlah warga desa di Kecamatan Pronojiwo lari mengamankan diri. Sebab, sekitar pukul 05.00, awan panas guguran (APG) tersebut mulai menyelimuti sebagian langit-langit permukiman rumah warga.

BACA JUGA : Ibunda Mantan Bupati Jember dr Faida Berpulang

Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah desa dekat pegunungan lainnya. Seperti di Kecamatan Candipuro yang masih cerah pascaerupsi. Bahkan, kemarin masih banyak warga yang beraktivitas normal. Namun, sekitar pukul 12.20, tiba-tiba awan berubah gelap dipenuhi debu vulkanis. Warga pun panik dan lari berhamburan.

Rohmah, salah satu warga Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, mengatakan, mulanya warga tidak terlalu mengkhawatirkan APG karena jarak luncur tidak terlalu jauh. Awalnya diperkirakan hanya warga Desa Supiturang, Oro-Oro Ombo, dan Desa Sumberurip yang mengungsi. Tetapi, tiba-tiba awan itu datang.

"Pagi kami dengar informasi itu. Tetapi, ya, biasa karena awannya sangat jauh dari rumah. Tetapi siang hari, saat orang-orang berdiam di rumah, tiba-tiba awan putih kecokelatan semakin mendekat. Tetangga-tetangga langsung lari, turun ke tempat aman, karena lumayan gelap sambil hujan abu lumayan tebal," katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, ratusan warga bergerombol turun menuju Lumajang. Bahkan, mereka yang semula berniat mengungsi di Kantor Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, ikut turun mengamankan diri. Sebab, pada jam-jam itu kawasan tersebut juga gelap. Awan tebal menghalangi pandangan mata cukup lama.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi mengatakan, titik lokasi pengungsian sementara dipusatkan di beberapa kantor desa dan gedung lembaga pendidikan. Data sementara yang dihimpun, setidaknya ada lima titik lokasi pengungsian yang terisi banyak warga terdampak.

"Kami masih melakukan pendataan secara akurat. Kurang lebih totalnya mencapai 2 ribu jiwa. Ada yang mengungsi di Kantor Desa Penanggal, Tambahrejo, dan Desa Kloposawit. Ada juga yang mengungsi di gedung SD dan gedung SMP di Pronojiwo. Datanya masih menyusul karena kami masih asesmen," pungkasnya. (son/c2/fid) Editor : Safitri
#Headline #Erupsi #Lumajang