BACA JUGA : Sosok Guru Disabilitas Daksa Naik Ojek untuk Mengajar
Olahan kuliner jenis bambu muda itu berhasil dikreasikan warga Lumajang. Itu karena memiliki bentuk dan tekstur yang cukup unik. Kenyal mirip daging sapi. Baru-baru ini warga mengolah bambu muda jadi rebung asap dengan proses cukup lama.
Proses pengasapannya memakan waktu berbulan-bulan, bahkan dua tahun lamanya. Tergantung teknik mengolahnya. Hingga kadar airnya berkurang dan bisa disimpan dalam waktu cukup lama.
“Kalau warga Pasrujambe biasanya mengasap rebung minimal enam bulan. Bahkan ada yang sampai dua tahun. Tergantung dari cara mengolah dan jenis bambunya juga. Kali ini kita bisa menyiasati prosesnya, sehingga tidak memakan waktu yang lama,” tutur Airlangga Tito, pengelola rebung asap.
Namun, sebelum itu, rebung perlu dicuci bersih dan direbus untuk membunuh kuman dan bakteri agar lebih steril saat dikonsumsi. Kemudian, digantung dan di asap di atas tungku api yang terus menyala. Hingga berubah warna menjadi kecokelatan dan mirip dengan daging sapi.
Inovasi itu berhasil didapatkan berkat keuletan dalam dunia masak-memasak. “Memang lebih cocok dipadukan dengan santan. Apalagi ketahanan penyimpanan juga sangat lama. Jadi, tidak khawatir bakal cepat basi,” pungkasnya. (dea/c2/fid) Editor : Safitri