Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bambu Muda Diasap hingga Enam Bulan

Safitri • Jumat, 25 November 2022 | 19:44 WIB
DIGANTUNG: Salah seorang warga sedang mengasap rebung dengan proses yang cukup lama hingga menciptakan rasa dan aroma yang khas.
DIGANTUNG: Salah seorang warga sedang mengasap rebung dengan proses yang cukup lama hingga menciptakan rasa dan aroma yang khas.
LUMAJANG, Radar Semeru - Beberapa jenis tanaman bambu rupanya bisa diolah menjadi makanan lezat dan enak. Seperti jenis bambu muda atau warga biasa menyebutnya dengan rebung. Bagian kulit luarnya yang memiliki bulu-bulu halus membuat siapa pun yang ingin mengolahnya harus lebih berhati-hati. Sebab, bisa bikin kulit gatal hingga terasa panas. Meski demikian, bagian bambu muda di dalamnya menyimpan kenikmatan jika diolah dengan benar.

BACA JUGA : Sosok Guru Disabilitas Daksa Naik Ojek untuk Mengajar

Olahan kuliner jenis bambu muda itu berhasil dikreasikan warga Lumajang. Itu karena memiliki bentuk dan tekstur yang cukup unik. Kenyal mirip daging sapi. Baru-baru ini warga mengolah bambu muda jadi rebung asap dengan proses cukup lama.

Proses pengasapannya memakan waktu berbulan-bulan, bahkan dua tahun lamanya. Tergantung teknik mengolahnya. Hingga kadar airnya berkurang dan bisa disimpan dalam waktu cukup lama.

“Kalau warga Pasrujambe biasanya mengasap rebung minimal enam bulan. Bahkan ada yang sampai dua tahun. Tergantung dari cara mengolah dan jenis bambunya juga. Kali ini kita bisa menyiasati prosesnya, sehingga tidak memakan waktu yang lama,” tutur Airlangga Tito, pengelola rebung asap.

Namun, sebelum itu, rebung perlu dicuci bersih dan direbus untuk membunuh kuman dan bakteri agar lebih steril saat dikonsumsi. Kemudian, digantung dan di asap di atas tungku api yang terus menyala. Hingga berubah warna menjadi kecokelatan dan mirip dengan daging sapi.

Inovasi itu berhasil didapatkan berkat keuletan dalam dunia masak-memasak. “Memang lebih cocok dipadukan dengan santan. Apalagi ketahanan penyimpanan juga sangat lama. Jadi, tidak khawatir bakal cepat basi,” pungkasnya. (dea/c2/fid) Editor : Safitri
#Lumajang