Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Melejitnya Realisasi Investasi Tahun 2022

Safitri • Senin, 21 November 2022 | 20:52 WIB
Ilustrasi Dok Jawa Pos
Ilustrasi Dok Jawa Pos
PETAHUNAN, Radar Semeru – Selama empat tahun terakhir, pariwisata dan pertanian menjadi sektor yang selalu dibanggakan. Hampir dalam setiap kesempatan, dua sektor itu selalu dipaparkan dengan beragam keunggulan. Sampai-sampai anggaran yang dialokasikan untuk meningkatkan potensinya juga lumayan besar. Mencapai miliaran.

BACA JUGA : JADWAL LENGKAP PIALA DUNIA 2022 QATAR

Sebut saja di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro. Tak sedikit anggaran dari dana utang yang digelontorkan untuk peningkatan akses jalan ke desa wisata tersebut. Alokasi anggaran untuk infrastruktur yang masuk ke sana juga besar. Namun, sampai akhir tahun nilai investasi yang masuk ke Lumajang baru lima ratus jutaan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lumajang Ari Murcono mengatakan, sesuai data laporan kegiatan penanaman modal (LKPM), realisasi investasi ke Kecamatan Senduro terjadi pada triwulan ketiga.

Nilai investasi yang terlaporkan tersebut berasal dari sektor konstruksi. “Sepanjang tahun ini memang paling besar adalah realisasi investasi di sektor industri kayu. Karena totalnya sudah mencapai Rp 339 miliar. Satu-satunya nilai investasi terbesar tahun ini. Disusul berikutnya dari sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, itu mencapai Rp 92 miliar,” katanya.

Menurutnya, realisasi investasi saat ini telah melebihi target. Sebab, targetnya Rp 192,1 miliar, tetapi pencapaiannya tembus Rp 558 miliar. Kenaikan tersebut dinilai wajar, karena dampak pandemi mulai mereda. Ditambah, tahun ini ada kewajiban perusahaan yang memiliki modal di atas Rp 5 miliar melaporkan nilai investasinya.

Sementara itu, Anggota Badan Anggaran DPRD Lumajang Nurhidayati mengatakan, peningkatan nilai investasi di setiap sektor harus sebanding dengan belanja infrastruktur yang dikeluarkan daerah. Terutama pada alokasi anggaran yang dalihnya digunakan untuk meningkatkan daya jual potensi.

“Semakin banyak investasi yang masuk, maka semakin banyak lahan pekerjaan yang terbuka. Itu teorinya. Supaya anggaran yang digunakan untuk pembangunan daerah benar-benar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, peruntukannya harus jelas. Harus ada timbal balik dengan yang dikeluarkan daerah,” pungkasnya. (son/c2/fid)

Patok Target Realisasi Rendah

Meskipun nilai realisasi investasi tahun ini sangat melejit, namun DPMPTSP Lumajang tidak mau muluk-muluk dengan mematok target besar untuk tahun depan. Padahal, memasuki triwulan keempat, total nilai investasi yang masuk mencapai setengah miliar. Namun, target 2023 hanya sekitar Rp 201 miliar.

Kepala DPMPTSP Lumajang Ari Murcono menjelaskan, optimisme meningkatkan nilai investasi semakin bertambah dengan hadirnya mal pelayanan publik (MPP). Dia mengklaim, inovasi tersebut dianggap semakin memudahkan para pengusaha untuk berinvestasi. Sebab, pengurusannya sudah terpadu.

“Harapan kami untuk target memang harus lebih baik dari tahun ini. Tetapi, kami tidak ingin jemawa langsung mematok target tinggi. Jadi, kami menargetkan dengan menaikkan 10 sampai 15 persen. Kalaupun sekarang sudah sampai hampir setengah miliar, kami hanya menambah sepuluh sampai lima belas miliar dari sebelumnya,” katanya.

Alasan menarget Rp 201 miliar tersebut sudah dipikir matang-matang. Sekalipun telah melewati pandemi, tetapi tantangan tahun depan diprediksi juga cukup berat. Seperti wacana resesi ekonomi global dan lainnya yang itu berpotensi bakal berdampak pada perekonomian masyarakat.

Menurutnya, setelah melakukan analisis mengenai kenaikan realisasi investasi tahun ini, disimpulkan bahwa kenaikan tersebut diakibatkan oleh peraturan baru yang mengatur penanaman modal. Sebab, melimpahnya industri kayu di Lumajang ternyata beriringan dengan banyaknya aset yang dimiliki pengusaha kayu.

“Resesi ekonomi itu kan secara global. Sedangkan banyak perusahaan kayu yang kirim produknya ke luar daerah hingga ke luar negeri. Kami tidak berharap negara-negara di luar sana yang menjadi tempat tujuan ekspor kayu Lumajang menutup diri. Tetapi, kami jaga-jaga supaya target kami tidak anjlok ketika itu terjadi,” pungkasnya. (son/c2/fid) Editor : Safitri
#investasi #Lumajang