BACA JUGA : Berhasil Masuki Kherson, Warga Sambut Pasukan Ukraina dengan Sukacita
Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, banyaknya pekerja yang dirumahkan hingga minimnya pemasukan bagi pekerja di sektor informal membuat tingkat kemiskinan tahun 2020 menjadi 9,83 persen. Berikutnya, pada tahun 2021, angka itu terus bergerak naik menjadi 10,05 persen.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang Rosyidah mengatakan, tingkat kemiskinan memang harus diukur dengan beberapa indikator. Salah satunya dari tingkat pengangguran di Lumajang. Tahun lalu grafik jumlah orang yang tidak bekerja mengalami peningkatan lumayan signifikan.
“Target Pemkab Lumajang nanti menurunkan tingkat kemiskinan cukup banyak. Satu sampai satu setengah persen. Makanya, kami terus melaksanakan pelatihan-pelatihan supaya mereka bisa mendapatkan kesempatan bekerja. Karena dengan skill mereka memiliki kelebihan,” katanya.
Menurutnya, beragam upaya dilakukan untuk menekan angka tersebut semakin menurun. Teranyar, pihaknya akan menyelenggarakan job fair tahun 2022 pada 17 November mendatang. Rencananya, dalam acara tersebut bakal diundang sembilan perusahaan yang membutuhkan ratusan pekerja.
“Ini diikuti oleh banyak perusahaan dalam dan luar kota. Kurang lebih ada sembilan perusahaan dengan kesempatan bekerja sebanyak 234 lowongan pekerjaan. Ada informasi peluang kerja di luar negerinya juga. Semoga langkah ini bisa menekan angka kemiskinan di Lumajang,” pungkasnya. (son/c2/fid) Editor : Safitri