BACA JUGA : Lulus Passing Grade Langsung Lolos PPPK, Total Ada 985 Formasi
Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, di lokasi para pengendara cukup berhati-hati saat melintas di genangan air tersebut. Bahkan terdapat pengendara sepeda motor melaju cepat dari arah selatan. Mengetahui adanya genangan tersebut, pengendara itu langsung mengurangi kecepatan. Sehingga terjatuh dan tercebur pada genangan air itu.
Heni Maghfiroh, yang saat itu sedang berjualan bakso, menuturkan, sebelumnya saluran air di jalan tersebut tidak pernah tersumbat. Setiap kali hujan, alirannya lancar dan tidak sampai menggenang di jalan. "Mungkin ambruk kolong drainasenya. Karena di samping jalan ini dibuat jalur pembangunan hotel. Muatannya berat semua," terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin.
Akibat genangan itu, banyak kendaraan sepeda motor yang mogok. Para pengendara tidak tahu jika genangan air setinggi lutut. Mereka menerobos, akhirnya kendaraan mereka perlahan mogok. "Ada sekitar empat motor yang mati saat melintasi genangan air itu," jelasnya.
Sementara itu, seorang pengendara asal Desa Tenggir, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, Moh Harisun Islam, mengeluhkan tingginya genangan tersebut. Pasalnya, knalpot motor yang dikendarai dipenuhi air. "Ini motor saya kemasukan air. Langsung berasap," tuturnya.
Pihaknya memilih berhenti dan membuang semua air yang masuk melalui knalpot tersebut. Haris mengeluhkan kondisi tersebut. Sebab, dianggap mengganggu perjalanannya. Apalagi di lokasi itu tidak pernah ada genangan air hingga setinggi lutut. Meskipun diguyur hujan deras. "Pada hujan sebelumnya lebih deras dari sekarang. Tapi, tidak sampai menggenang seperti ini," keluhannya. (aln/c2/fid)
Editor : Safitri