Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kurangi Dampak Penggunaan Barang Thrift Shop, Cuci dan Rendam Air Hangat

Safitri • Senin, 24 Oktober 2022 | 19:29 WIB
DIPAMPANG: Ratusan baju bekas digantung dengan rapi, agar pembeli bisa memilih baju yang diinginkan.
DIPAMPANG: Ratusan baju bekas digantung dengan rapi, agar pembeli bisa memilih baju yang diinginkan.
CITRODIWANGSAN, Radar Semeru - Baju-baju bekas branded atau thrift shop makin banyak diincar sejumlah kalangan. Itu karena harganya murah dengan beragam model yang bagus. Namun, siapa sangka jika untuk menggunakan barang tersebut perlu dicuci dulu. Bahkan direndam air hangat untuk menghilangkan kotoran bahkan jamur yang menempel. Sebab, jika kulit penggunanya sensitif, maka akan menimbulkan rasa gatal.

BACA JUGA : Peredaran Obat Sirup di Bondowoso, Masih Ada Masyarakat yang Ingin Beli

Barang bekas impor, branded, dan tidak pasaran laris manis. Banyak juga warga yang mencoba usaha thrift shop  karena prospeknya dinilai bagus. Namun, baju bekas yang telah digunakan orang dan ditimbun cukup lama rupanya bisa membahayakan pembeli.

Apalagi mereka memiliki sensitivitas kulit yang tinggi. Barang bekas seperti baju jika digunakan sebaiknya dicuci dan direndam terlebih dahulu. Untuk menghilangkan jamur dan kotoran yang menempel.

“Kalau baju bekas bisa dicuci dulu. Kadang kalau ada yang alergi bisa direndam dulu pakai air hangat. Setelah itu, dicuci pakai detergen. Lengkap dengan disetrika untuk membunuh kuman,” ucapnya Anisa, pemilik thrift shop.

Apalagi jika baju bekas tersebut sudah lama tidak pakai dan ditimbun. Maka akan memicu pertumbuhan jamur yang membuat alergi kulit. “Bisa menimbulkan alergi. Tumbuh jamur juga jika baju thrift terlalu lama tidak dipakai. Faktor penyimpanan sering membuat kulit gatal,” jelas Bayu Wibowo, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang.

Meski demikian, dia menyarankan agar baju thrift shop lebih diperhatikan kebersihannya. Dengan mencucinya terlebih dahulu untuk mematikan kumannya. (dea/c2/fid)

  Editor : Safitri
thrift Lumajang