Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cuaca Buruk Bikin Bumbu Dapur Mahal

Safitri • Rabu, 19 Oktober 2022 | 20:57 WIB
NAIK: Pedagang di pasar Lumajang sedang menimbang barang dagangan pembeli untuk dibawa pulang.
NAIK: Pedagang di pasar Lumajang sedang menimbang barang dagangan pembeli untuk dibawa pulang.
TOMPOKERSAN, Radar Semeru - Memasuki musim hujan akhir bulan ini membuat pedagang bumbu dapur di pasaran dilema. Sebab, harga bumbu dapur semakin naik. Alhasil, stoknya semakin menipis, padahal permintaannya banyak. Kondisi ini membuat pedagang harus rela menaikkan harga jualnya.

BACA JUGA : Banyak Warga Sumberbaru Stres karena Terdampak Longsor

Aktivitas pasar berjalan normal seperti biasanya. Banyak pedagang dan pembeli yang berinteraksi agar jualannya laris manis. Namun, memasuki musim hujan kali ini harga bumbu dapur terpantau naik selama beberapa hari. Kondisinya banyak petani tak mampu untuk menambah pasokan stoknya. Salah satu komoditas yang terjadi kenaikan harga adalah bawang merah.

Menurut Misli, pedagang di pasar, biasanya hanya 24 ribu per kilogramnya, kali ini bisa tembus di angka 30 ribu. Hal itu membuat dagangannya sepi pembeli. “Sekarang harganya naik. Biasanya 24, sekarang hampir 30 ribu. Maksimal kenaikannya sampai 6 ribu rupiah,” ucapnya.

Dia menambahkan, jika kondisi ini terjadi karena faktor cuaca yang tidak menentu. Berbagai wilayah sering diguyur hujan. Hingga daerah penghasil bawang merah juga mengalami hal yang sama. “Memang sekarang musimnya hujan. Permintaan banyak, tapi stoknya nggak ada. Jadi kan kita serba repot,” pungkasnya.

Meski demikian, warga tetap membeli dengan mengurangi jumlahnya. Hal ini untuk menghemat pengeluaran bumbu dapur. “Kalo pas lagi naik gini, belanja bumbu dapur dikurangi. Biar kebagian semuanya,” ucap Miati, pembeli. (dea/c2/fid)

  Editor : Safitri
#Lumajang