BACA JUGA : Tokoh Pemuda Papua Harap Adanya Penjabat Gubernur
Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, longsor tersebut menimpa satu rumah di Desa Tamanayu, tiga rumah di Desa Purorejo, serta satu rumah di Desa Pundungsari. Tak hanya itu, informasinya longsor juga terjadi pada akses jalan Desa Argosari, Kecamatan Senduro, menuju wisata B-29.
Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, total warga terdampak banjir genangan di Kecamatan Tempursari mencapai 414 KK atau 1.212 jiwa. Sebagian besar warga yang rumahnya terendam banjir mengungsi di rumah kerabatnya yang masih satu desa.
“Banjirnya reda, terus naik lagi. Jadi, ada sejumlah warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya. Yang lumayan banyak itu di Desa Purorejo. Karena di sana ada sejumlah rumah warga yang menjadi lokasi tempat pengungsian. Kurang lebih ada 12 titik lokasi pengungsian dan ada ratusan pengungsi,” katanya.
Menurutnya, dari sejumlah desa yang terdampak bencana banjir dan longsor, tiga desa di antaranya membutuhkan bantuan yang cukup mendesak. Seperti di Desa Bulurejo, Desa Purorejo, dan Desa Pundungsari. Sebab, kawasan itu yang memiliki jumlah pengungsi yang lumayan banyak, hingga sore kemarin.
Menurutnya, bencana longsor yang cukup parah terjadi di Dusun Pasirejo, Desa Purorejo. Tebing setinggi kurang lebih 15 meter longsor mengenai rumah Sutris dan Ponidi. Sebagian besar rumah keduanya tertimbun tanah. Kini keluarganya mengungsi. Sedangkan satu rumah milik Sanali hanya mengenai halaman teras rumahnya.
Di samping itu, hujan yang turun secara terus-menerus belakangan ini juga membuat akses jalan menuju B-29 di tutup untuk kendaraan roda empat. Sebab, di salah satu titik akses menuju ke lokasi wisata itu terjadi longsor hampir separuh jalan. Total longsor yang terjadi sebanyak 7 titik. (son/c2/fid)
Editor : Safitri