BACA JUGA : Imbas Kerusuhan di Kanjuruhan, Turnamen Sepak Bola Antarpelajar Ditunda
Setidaknya ada 20 peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan pengolahan makanan tersebut. Mereka terdiri atas sejumlah pekerja rokok serta para pencari kerja yang sebelumnya di-PHK saat pandemi lalu. Pelatihan itu diselenggarakan di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang selama dua pekan.
Kabid Pelatihan Kerja Disnaker Lumajang Siswanto mengatakan, persaingan dunia kerja semakin kompetitif. Siapa yang tidak memiliki ketrampilan bakal tergerus oleh zaman. Karena itu, pihaknya memberikan pelatihan untuk terus mendorong para pencari kerja memiliki kompetensi.
“Pelatihan kali ini berbeda dengan pelatihan sebelum-sebelumnya. Mereka tidak hanya diberi pelatihan untuk memiliki ketrampilan, tetapi nanti mereka akan diuji kompetensinya oleh lembaga yang resmi. Jadi, kami benar-benar ingin memastikan mereka memiliki keahlian dan memiliki kompetensi di bidang tata boga,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Lumajang Rosyidah menjelaskan, rencananya ada lima pelatihan yang digelar sampai akhir tahun. Perinciannya, dua pelatihan tata boga, dua pelatihan otomotif, dan satu pelatihan menjahit. Jadi, totalnya kurang lebih ada seratus pekerja yang harapannya bisa memiliki keahlian.
“Alhamdulillah, kami bisa memanfaatkan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Lumajang dengan sebaik mungkin. Semoga melalui kegiatan pelatihan ini kami bisa menekan angka pengangguran di Lumajang. Karena hasil dari kegiatan ini harapannya juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru,” pungkasnya. (son/c2/fid)
Editor : Safitri