BACA JUGA : Presiden Sampaikan Duka Cita Mendalam
Jenazah pertama ditemukan pada Sabtu sekitar pukul 13.05. Saat itu, salah satu penambang pasir, Said, menambang manual menggali pasir. Saat menggali, dia menemukan tulang belulang manusia yang diduga korban erupsi Gunung Semeru. Dia melaporkan hal itu ke pemdes setempat.
Tak berselang lama, salah satu keluarga korban mengenali jenazah dengan pakaian dan celana lengkap beserta uang Rp 1,3 juta. “Keluarga meyakini jenazah itu adalah Misnan. Warga sini yang berusia 60 tahun,” kata Said. Selanjutnya, jenazah langsung dilakukan pemulasaraan dan dimakamkan di pemakaman desa setempat.
Sementara itu, jenazah kedua berjenis kelamin perempuan ditemukan kemarin pagi. Jenazah atas nama Siti Nuriyah itu juga ditemukan di lokasi yang sama dengan Misnan sekitar pukul 9.15. Yakni aliran sungai Kampung Renteng, Dusun Kebondeli Utara.
Penemu jenazah itu juga Said, warga dusun setempat. Lokasinya tak jauh dari korban sebelumnya. Informasi yang berhasil dihimpun, sedikitnya empat korban erupsi ditemukan di lahan miliknya. Dia menduga, potensi korban lain yang tertimbun material Gunung Semeru di lahan miliknya bisa bertambah.
Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang menyebut, kedua jenazah yang ditemukan itu sudah terlaporkan. Keduanya juga sudah dilakukan pemakaman di TPU Sukosari Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. “Dengan ditemukannya kerangka dan tulang jenazah hari ini (kemarin, Red), total jenazah dan kerangka yang ditemukan adalah 72 jiwa,” pungkasnya. (kin/c2/fid) Editor : Safitri