Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cumi Sambal Gami Disajikan di Atas Cobek Panas, Sambalnya Khas Bontang

Maulana Ijal • Minggu, 2 Oktober 2022 | 19:19 WIB
Photo
Photo
LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kuliner Lumajang memiliki aneka ragamnya. Tidak hanya menyajikan makanan-makanan Lumajang saja, melainkan makanan luar kota juga semakin banyak. Menariknya, meski makanan luar kota, pemilik kedai makanan sekaligus kokinya tetap asli Lumajang. Salah satunya kedai Bakar Bonk Lumajang.

Kedai yang berada di Jalan Suwandak Timur 215, Jogotrunan, Lumajang, ini menyajikan beragam olahan makanan. Baik hasil laut, air tawar, maupun lainnya. Nah, menu spesial yang selalu dicari pengunjung adalah cumi sambal gami.
Photo
Photo


Menu ini merupakan kombinasi cumi segar dan sambal gami. Sambal khas Kalimantan Timur ini sengaja dibawa pemilik kedai ke Lumajang. Sebab, cita rasa sambal ini ternyata pas dan disukai pengunjung.

Pemilik kedai Bakar Bonk Dheky Wijaya mengatakan, sebenarnya sambal gami sudah lama ada. Namun, belakangan kulineran ini makin terkenal. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk membuat sambal gami menjadi menu andalan di kedai miliknya.

“Kemunculannya (sambal gami, Red) banyak di medsos. Tidak hanya kalangan muda saja yang menikmati, tetapi para orang tua juga suka. Sehingga di awal tahun lalu, saat pandemi, saya membuka kedai ini," katanya.

Dheky mengungkapkan, sambil gami itu dibuat sendiri. Dia belajar membuat sambal gami secara autodidak. Sebab, sebelumnya dia pernah bekerja di Bontang, Kalimantan Timur. Sehingga dia tertarik membawa olahan sambal itu ke Lumajang.

Menariknya, sambal gami ini tidak dimasak di atas wajan penggorengan. Melainkan langsung di atas cobek panas. "Cobeknya dipanaskan dulu terus dimasak di atas api yang besar," tambahnya.

Dia menjelaskan, setiap menu sambal gami dia membuatnya sendiri. Baik penyiapan bahan rempah-rempah, pengolahan hingga penyajiannya. Oleh karena itu, setiap satu porsi sambal gami, dia selalu mencicipi agar rasa khas Bontang itu tak berubah.

Jurnalis: Muhammad Sidikin Ali
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Muchammad Ainul Budi Editor : Maulana Ijal
#Kuliner