BACA JUGA : Mengatasi Bullying di Sekolah, Guru BK Harus Aktif Bertanya ke Siswa
Informasi yang berhasil dihimpun, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 15.00. Saat itu jam kerja dan mesin masih berjalan. Api pertama kali muncul dari limbah kayu yang menempel di mesin blower.
“Informasinya mesin blower kayu panas. Sementara ada kayu yang menempel di mesin. Panasnya mesin membuat kayu terbakar,” kata Danramil Klakah Kapten Inf Erwin Daud. Kebakaran tersebut menimbulkan kepulan asap putih pekat yang membumbung tinggi. Oleh karena itu, petugas melarang warga mendekat ke lokasi kejadian.
Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, letak mesin dengan limbah kayu memang berdekatan. Sehingga dengan cepat api merembet dan membesar. Upaya pemadaman sederhana juga sempat dilakukan sembari menunggu bantuan pemadaman dari personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Lumajang.
Setelah menerima laporan, dua armada damkar datang. Petugas langsung melakukan pemadaman dan pembasahan. Banyaknya limbah kayu, baik berupa lembaran tripleks, potongan kayu, maupun serbuk gergaji, menyulitkan petugas. Armada damkar PT Mustikatama juga diterjunkan. Lebih lanjut, salah satu armada tangki air lainnya juga ikut memadamkan api.
Sementara itu, dua mobil lift milik perusahaan ikut membantu pemadaman. Keduanya mengaduk dan memisahkan limbah yang terbakar. Sebab, bara api masih ditemukan di dalam tumpukan limbah kayu. Hal itu juga untuk memudahkan pemadaman api oleh petugas.
Api berhasil dipadamkan. Petugas melakukan pembasahan dan memastikan api benar-benar padam. Belum diketahui jumlah kerugian akibat kejadian tersebut. Namun, sejumlah alat dan barang selain limbah kayu ikut terbakar. “Korban jiwa juga nihil,” tambah Danramil Klakah. (kin/c2/fid) Editor : Safitri