BACA JUGA : Resep Sandwich Jamur Gochujang Korea Ala Chef Putri
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Lumajang Agus Warsito Utomo mengatakan, untuk pelayanan KIA terdapat dua kriteria, yaitu usia 0-5 tahun dengan catatan pembuatan kartu tersebut tanpa menggunakan foto. Sehingga persyaratan terpenuhi. Mereka yang baru lahir langsung mendapatkan dokumen kependudukan, tak terkecuali KIA. Sedangkan untuk usia 5-17 tahun perlu perhatian lebih serius. Sebab, mereka perlu melampirkan pas foto dan berkas yang diajukan juga harus sesuai. “Saya khawatir nama dan fotonya beda ketika sudah dicetak. Ini yang perlu perhatian serius. Jadi, harus benar-benar teliti,” tuturnya.
Dia menambahkan, meski dokumen tersebut terbilang baru diterbitkan Kemendagri dan telah dilaksanakan oleh Dukcapil Lumajang, sejak tahun 2019 pihaknya terus melakukan upaya serius. Meski terbilang masih rendah dari capaian dokumen lainnya, namun Dukcapil Lumajang berhasil mencapai target nasional. “Misal perekaman kartu tanda penduduk (KTP), akta kelahiran, mencapai target nasional, sedangkan untuk KIA ini paling rendah dari dokumen lainnya. KIA ini memang unik, karena terbilang dokumen baru. Tapi, kita bisa mencapai target nasional,” katanya.
Meski begitu, sejumlah orang tua belum mengetahui bahwa KIA tersebut memang ditujukan untuk anak-anak, yang memiliki segudang manfaat. (dea/c2/fid)
Gandeng Instansi, Berikan Reward
LUMAJANG, Radar Semeru - Beragam upaya terus dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lumajang untuk mempercepat layanan KIA. Menggandeng instansi terkait dan beberapa toko, baik toko peralatan sekolah maupun toko buku. Dengan sistem memberikan potongan harga bagi mereka yang mengajukan pembuatan KIA. Kerja sama itu terbilang efektif. Beberapa dari mereka ikut serta dengan layanan inovasi tersebut.
Inovasi layanan tersebut menjadi kerja keras Dukcapil Lumajang untuk menyukseskan KIA. Agar anak-anak dapat memiliki dokumen kependudukan tersendiri yang bisa digunakan kapan pun. Seperti untuk pembukaan rekening bank, saat peminjaman buku di perpustakaan, dan masih banyak kegunaan lainnya.
Upaya yang dilakukan dengan menggandeng instansi seperti Dinas Pendidikan Lumajang, toko buku dan peralatan sekolah, serta home dental. Artinya, mereka yang mengajukan pembuatan KIA bisa mendapatkan potongan harga hingga 10 persen setiap pembelian dan berobat. Mereka cukup melampirkan persyaratan sehingga pihak terkait cukup mengirimkan via online. “Terobosan kami dalam pemanfaatan ini ada 3 instansi yang bekerja sama. Ada Metro Collection, Toga Mas, dan home dental klinik, yaitu pemeriksaan gigi. Jadi, mereka bisa menggunakan layanan tersebut untuk mendapatkan diskon,” tutur Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Layanan Dinas Dukcapil Lumajang Hariyanto.
Inovasi itu terbilang efektif mengajak anak-anak untuk segera mendapatkan KIA. Dengan beragam kemudahan yang ditawarkan. Pemohon juga tidak perlu mengantre cukup lama. Hanya beberapa menit, KIA sudah bisa dibawa pulang.
“Ke depan kami pacu anak-anak dengan kriteria umur tersebut untuk segera membuat KIA. Sehingga mereka bisa mendapatkan kartu kependudukan sejak dini,” pungkas Agus Warsito Utomo, Kepala Dinas Dukcapil Lumajang. (dea/c2/fid) Editor : Safitri