Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kesiapan Lumajang Jelang Popda Jatim 2022

Safitri • Jumat, 16 September 2022 | 02:43 WIB
ilustrasi
ilustrasi
LUMAJANG, RADARJEMBER.ID - Persiapan para atlet menjelang Popda Jatim terbilang mepet. Sebab, perhelatan Porprov baru saja digelar Juli lalu. Oleh karena itu, ofisial masing-masing cabang olahraga (cabor) tak memiliki waktu banyak. Terlebih hingga saat ini event pertandingan itu kurang dari dua bulan.

BACA JUGA : BBM Naik dan Pupuk Sulit, Dobel Uppercut yang Bikin Petani di Jember KO

Sebanyak 16 cabor dipertandingkan di Popda Jatim. Namun, tidak semua cabor bisa diikuti kontingen Lumajang. Sebab, sejumlah event tingkat provinsi lainnya juga menyelenggarakan pertandingan yang sama. “Hanya cabor pencak silat saja yang tidak berangkat Popda,” ungkap Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lumajang Achmad Rofik.

Dia mengatakan, cabor silat bakal bertanding pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) yang digelar bulan ini. Praktis, Lumajang akan memperebutkan medali pada 15 cabor lainnya. Meski jumlah cabor lebih sedikit dibandingkan dengan gelaran Porprov, pihaknya yakin atlet yang bertanding akan menunjukkan hasil maksimal.

Jumlah atlet dan ofisial yang diberangkatkan juga lebih sedikit. Hal itu menyesuaikan anggaran yang bisa dikeluarkan. Sebab, sejak awal event Popda itu tidak pernah masuk dalam anggaran Dispora. Akan tetapi, hasil gemilang pada Porprov lalu memantik semangat agar Lumajang tetap meraih medali pada event pelajar bergengsi tingkat Jatim tersebut.

“Popda ini memang tidak ada anggarannya. Tahun ini hanya ada untuk Porprov. Tetapi, kami sampaikan ke masing-masing cabor, anggaran Popda terus kami perjuangkan. Yang penting saat ini cabor menyiapkan atlet terbaiknya untuk bertanding,” katanya.

Rofik menyebut, sekitar Rp 500 juta diusulkan masuk dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini. Harapannya, hal itu bisa segera disetujui agar persiapan atlet semakin matang. Meski kurang dari tujuh pekan, anggaran yang ada itu akan dimaksimalkan.

Jika dihitung, jumlah tersebut belum bisa mengaver seluruh kebutuhan atlet, ofisial, maupun kontingen secara umum. Yang jelas, seluruh tim harus berjuang lebih ekstra. Salah satunya mencari cara agar latihan tetap optimal di tengah keterbatasan.

“Selama ini kami mandiri. Sebenarnya, bantuan finansial dari pemkab sangat membantu memaksimalkan persiapan. Namun, kami tidak ingin bergantung pada itu. Karena dari wali atlet pun tidak keberatan. Mereka sangat mendukung program-program latihan yang memang membutuhkan biaya,” terang pelatih selam, Yanuar Setiawan. (kin/c2/fid)

  Editor : Safitri
#Lumajang