Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Empat Bangunan Terdampak Longsor

Safitri • Senin, 12 September 2022 | 22:48 WIB
ilustrasi
ilustrasi
LUMAJANG, RADARJEMBER.ID - Cuaca ekstrem di Lumajang juga menimbulkan dampak kerugian materiel. Informasi yang berhasil dihimpun, sebanyak tiga rumah warga dan satu kios terdampak material longsor. Hal itu terjadi di Dusun Sidomukti, Desa Tamanayu, dan Desa/Kecamatan Pronojiwo.

BACA JUGA :  Ubah Uang Bergambar Elizabeth II Butuh Waktu Dua Tahun

Rumah warga yang terdampak longsoran itu terjadi di Dusun Sidomukti RT 26 dan 29 Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo. Ketiga hunian itu milik Budi Santoso, Maulana Nofianto, dan Wagini. Sementara, satu kios berada di samping jalan raya Dusun Mulyorejo Desa/Kecamatan Pronojowo.

Personel Tim Reaksi Cepat (BPBD) Lumajang, Dwi Nurcahyo, menjelaskan, dari tiga rumah hanya satu bangunan yang rusak. Yakni rumah milik Budi Santoso. Kerusakan itu terjadi di bagian teras rumah.

Ayon, sapaan akrabnya, melanjutkan, rumah milik Maulana tidak tertimbun longsor. Namun, material longsor itu memenuhi halaman rumah. "Kalau rumah Wagini di RT 29 itu, materialnya hanya menempel di dinding rumah. Jadi, tidak sampai merusak bangunan rumah," jelasnya.

Hasil asesmen, masyarakat setempat langsung melakukan pembersihan. Sebab, material itu tidak terlalu banyak dan kerusakan juga tidak parah. Meski demikian, mengenai kerusakan teras, pihaknya perlu koordinasi lebih lanjut. "Nanti kami laporkan, apakah hal itu bisa masuk dalam penerima bantuan bencana insendental seperti ini," tambahnya.

Sementara itu, di Desa/Kecamatan Pronojiwo, kios buah salak milik Wanto menjadi sasaran material longsor. Tebing setinggi enam meter tepat di belakang kiosnya itu longsor bersamaan hujan deras, Sabtu malam. Akibatnya, separuh material tanah dan pohon itu menutupi kiosnya di bagian utara.

Ali, tetangga pemilik kios itu, mengungkapkan, longsor terjadi sekitar pukul sembilan malam. Saat longsor terjadi, pemilik kios sudah meninggalkan lokasi. Sehingga longsoran hanya menimbun kios beserta isinya.

"Hujan deras sudah turun sejak sore sampai pagi ini (kemarin, Red). Karena malam itu deras, Wanto langsung menutup kios dan pulang. Jadi, tidak ada korban, tapi barang dagangannya rusak. Buah salaknya pun banyak yang tertimbun longsor," ungkapnya.

Tidak hanya menimbun kios milik Wanto, material juga sempat menutup hampir satu lajur jalan penghubung Lumajang-Malang. Bahkan, 20 meter di sisi utara, tebing setinggi tiga meter juga ikut longsor.

Dia berharap ada penanganan khusus dari pemerintah. Sebab, material longsoran belum dibersihkan total. "Tanah dan pohonnya hanya digeser dekat tebing saja. Kalau dibiarkan dan ada hujan deras lagi, bisa meluber ke jalan raya," harapnya.

Sebagai informasi, cuaca ekstrem ini juga menyebabkan sejumlah tebing di Kecamatan Pronojiwo longsor dan menutup sebagian jalan. Sementara, di Kecamatan Tempurejo, banjir sempat menggenangi Desa Bulurejo selama beberapa jam. (kin/c2/fid) Editor : Safitri
#longsor #Lumajang