Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Makin Nikmat! Kambing Asap Tempoeran Lumajang Gunakan Sambal Matah

Maulana Ijal • Minggu, 11 September 2022 | 17:20 WIB
Photo
Photo
LUMAJANG, RADARJEMBER.ID - PENYAJIAN Kambing Asap Tempoeran ini unik. Sebab, daging disajikan di atas daun jati dan disandingkan dengan nasi daun jeruk. Menariknya, menu ini juga ditambah sambal matah yang membuatnya memiliki aroma dan cita rasa yang khas.

https://radarjember.jawapos.com/berita-lumajang/11/09/2022/lezatnya-daging-lembut-kambing-asap-tempoeran-lumajang-bikin-ngiler/

 

Meski sambalnya tanpa dimasak, namun daging kambing yang lembut itu bisa serasi. “Sepertinya aneh karena satunya masak sementara dagingnya tidak. Tetapi, rasanya bisa diadu,” kata Airlangga kepada Jawa Pos Radar Semeru.
Photo
Photo

Nasi daun jeruk yang diolah juga tidak kalah enak. Sebab, tidak banyak warung kuliner menyediakan menu ini. Padahal, daun jeruknya mudah didapat di sekitar tempat tinggal. Hal itulah yang menjadi salah satu daya tarik Kambing Asap Tempoeran.
Letak kulineran di samping jalan raya menuju Kecamatan Senduro ini mudah untuk ditemui. Apalagi harganya yang cukup murah, membuat lidah bergoyang tanpa takut isi dompet menipis. Satu porsinya, Kambing Asap Tempoeran dibanderol Rp 28 ribu.
Photo
Photo

Salah satu pengunjung, Fitri mengungkapkan, menu ini pas di lidahnya. Perempuan yang menyukai sambal matah ini mengaku ingin mencoba sesuatu yang baru. Sehingga saat mendengar Kambing Asap dengan sambal matah, dia bergegas ingin merasakannya. “Tidak ada aroma kambing. Apalagi rempah dan nasi daun jeruknya terasa lezat. Dagingnya terasa sangat enak,” ujarnya.
Sementara itu Nugroho, pengunjung lainnya mengatakan, olahan ini memang pas dikonsumsi dalam musim apapun. Terlebih belakangan ini Lumajang cukup sering terjadi hujan ringan. Menurutnya, Kambing Asap Tempoeran cocok untuk dikonsumsi.
Dia berharap, olahan ini dikembangkan lagi. Khususnya sambal yang menjadi pelengkap sajian. “Kalau banyak variasi sambalnya, wah bisa lebih enak lagi,” pungkasnya.

Jurnalis: Muhammad Sidikin Ali
Fotografer: Ade Apryanis
Editor: Muchammad Ainul Budi Editor : Maulana Ijal
#Kuliner