Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Imbas Kenaikan Harga BBM, Bensin Eceran Langsung Melejit

Safitri • Senin, 5 September 2022 | 21:34 WIB
ilustrasi
ilustrasi
CITRODIWANGSAN, Radar Semeru – Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) per Sabtu (3/9) lalu memunculkan reaksi beragam dari sejumlah pihak. Sebab, masyarakat mengira tidak ada perubahan harga BBM. Namun, Sabtu siang itu, pemerintah menetapkan harga baru pada dua jenis BBM yang sering digunakan untuk kendaraan masyarakat.

BACA JUGA : Efek Cuaca Buruk, Harga Ikan Naik

Kenaikan harga BBM jenis pertalite dan pertamax itu tentu mengagetkan masyarakat. Khususnya para penjual bensin atau BBM eceran di Lumajang. “Mau tidak mau, ya harganya juga harus ikut naik,” ungkap Warsi, salah satu penjual.

Perempuan asal Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro, itu terpaksa menaikkan harga bensin pertalite yang dijualnya. Sebab, kenaikannya cukup banyak. Dari Rp 7.650 menjadi Rp 10 ribu di SPBU. Sehingga, dia harus menjualnya lebih tinggi agar tidak rugi.

“Naik Rp 2 ribu. Jadi, setiap satu liter botol dijual dengan harga Rp 12 ribu. Kalau satu botol penuh Rp 13 ribu,” terangnya.

Akibat kenaikan ini, dia juga mengurangi volume pembelian di SPBU. Sebab, sejak harganya naik, masyarakat lebih memilih membeli di SPBU. “Sehari ini yang beli sudah berkurang,” keluhnya.

Penjual lain di kawasan kota, Endang, juga mengeluhkan hal yang serupa. Menurutnya, kenaikan BBM ini juga berimbas pada pendapatan yang didapat. Praktis, keuntungan penjualan bensin eceran itu tidak lagi sama.

Meski demikian, dia tidak punya pilihan lain. Sebab, bensin itu menjadi salah satu usahanya yang masih terus dipertahankan. “Sebelum naik, selalu ambil 30 liter untuk dijual. Sehari biasanya sudah habis. Ambil malam, besok siangnya sudah habis. Tapi sejak naik, walaupun sudah sore masih belum habis,” jelasnya.

Selain bensin jenis pertalite, perempuan yang membuka kiosnya di Jalam Panjaitan, Kelurahan Citrodiwangsan, ini awalnya juga menjual pertamax. Namun, akibat kenaikan dua hari lalu membuatnya memilih tidak menjualnya. “Kalau dijual harga Rp 17 ribu juga khawatir tidak laku,” pungkasnya. (kin/c2/fid) Editor : Safitri
#BBM #Lumajang