Museum yang terdiri atas dua ruangan yang cukup luas itu menjadi bukti sejarah peninggalan Lumajang tempo dulu. Baik peninggalan berupa seni budaya maupun peninggalan benda-benda zaman dulu.
Di ruangan peninggalan zaman dulu banyak dipampang peninggalan batu-batu besar, foto-foto bersejarah, uang kuno hingga lembaran tulisan yang ditulis dalam rotan. Sebab, zaman dulu, warga memanfaatkan rotan sebagai media tulis-menulis. “Total sejauh ini sudah ada sebanyak 90 koleksi baik yang di-display di ruangan maupun yang tidak di-display,” ucap Aries Purwanti, kurator Museum Kabupaten Lumajang.
Sedangkan di ruangan seni budaya tepat berada di sisi kanan pintu masuk banyak mengoleksi topeng Kaliwungu sebagai salah satu topeng dengan tarian khas Lumajang. Koleksi jaran slining, pakaian khas Lumajang, pakaian pengantin, wayang dan masih banyak lainnya. Sehingga mereka yang berkunjungke museum tersebut bisa dengan leluasa melihat benda-benda Lumajang yang terdahulu.
Bahkan saat ini koleksi museum Lumajang kian bertambah setiap tahunnya. “Setiap tahun kami selalu ada penambahan koleksi. Biasanya dari hibah,” pungkasnya. (dea/c2/bud)