BACA JUGA : Imbas Event Agustusan, Sehari Bisa Lebih 60 Ton Sampah Masuk TPA
Selain olah TKP, tim juga melakukan rekonstruksi. Sejumlah pemilik toko yang terbakar, saksi, dan warga sekitar dihadirkan. Pemilik toko yang terbakar pertama kali, Nizar, juga menunjukkan sikap kooperatif selama olah TKP.
Saat ditanya seusai olah TKP, Nizar tidak menyangka pembakaran kambing untuk ikan lelenya itu berdampak serius. Dia mengaku tidak tahu ada sisa api di bawah kolong pintu toko onderdilnya. Saat ditinggal, api itu membesar dan menyambar barang di sekitarnya.
“Saya tidak tahu kalau masih ada api di kolong pintu. Saya bakar kambing dengan kompor elpiji. Pas ditinggal sebentar dan masih di dekat toko, saya lihat ada api. Jadi, langsung lari ke toko,” ujarnya.
Nizar menceritakan, dirinya bergegas untuk memadamkan api dengan air seadanya. Begitu juga dengan warga lain. Namun, kencangnya angin membuat api dengan cepat membakar bagian dalam toko. Sebab, toko itu berisi barang-barang onderdil yang mudah terbakar seperti plastik dan karet. Lebih lanjut, saat kejadian berlangsung, pasar cukup sepi. Sebab, bertepatan dengan waktu salat Jumat.
“(TKP, Red) memang sering digunakan tempat bakar kambing. Tapi, pintu selalu saya tutup. Ya, tidak nyangka bakal ada api dan langsung membesar,” tambah pemuda 24 tahun tersebut.
Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D menjelaskan, Tim Labfor Surabaya sudah melakukan olah TKP. Namun, hasil lab belum bisa dilihat secara langsung. Sebab, perlu melalui sejumlah proses identifikasi. Hal itu untuk memastikan penyebab kebakaran pasar yang sering disebut sebagai Pasar Serangin itu.
“Sembari menunggu, kami lakukan pemeriksaan ke saksi yang mengetahui kejadian di TKP. Sehingga dugaan titik api di mana, apa penyebabnya, tentunya berdasarkan keterangan hasil olah TKP Labfor Surabaya. Perkembangan akan terus kami update,” jelasnya.
Mengenai laporan pemilik toko lain, pihaknya bakal mendalami keterangan saksi. Sehingga pihaknya bisa menentukan siapa yang paling bertanggung jawab atas kebakaran tersebut. (kin/c2/fid)
Editor : Safitri