BACA JUGA : Mulai Hari Ini, Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J Dilakukan di Dua Lokasi
Nur Hasan, salah satu pedagang ayam potong di Pasar Baru Lumajang, menganggap kenaikan itu masih wajar. Terkadang, jika harga telur naik, maka daging ayam menurun. Begitu sebaliknya. Hal itu karena pasokannya masih banyak. “Memang naiknya gantian. Terkadang ayam naik, harga telur menurun. Kalau telur naik, harga ayam menurun,” katanya.
Pedagang daging ayam yang sudah lima tahunan berjualan itu menambahkan, kenaikan harga telur tidak berimbas sama sekali pada penjualan daging ayam. Justru sejak 3 hari terakhir harganya menurun hingga Rp 28 ribu per kilogramnya.
Bahkan, kini penjualan daging ayam juga semakin meningkat. Sehari bisa laku sekitar 25 kilogram. Tergantung banyaknya pembeli dan kebutuhan warga. “Sudah beberapa hari ini harganya juga turun. Jadi, warga banyak yang beli juga,” tambahnya.
Selain itu, peternak ayam pun mengaku sama. Harganya saat ini masih terbilang stabil. Memang stoknya masih banyak, sehingga permintaan warga juga masih bisa terpenuhi. Apalagi momennya tepat bulan Agustus. Banyak warga yang memburu daging ayam untuk diolah kembali, lalu dipasarkan.
“Harganya kalau di peternak lebih murah. Karena pasti masih tangan pertama. Dan sejauh ini juga normal meski harga telur naik,” pungkas Zaini. (dea/c2/fid)
Editor : Safitri