BACA JUGA: Review Sprei Aesthetic Truu, Tersedia dalam Banyak Ukuran
"Yo wenak, kami ingin menyosialisasikan nasi kelor dan lauk-pauknya. Kenapa nasi kelor? Kelor itu banyak yang budi daya. Kemudian, kita sekarang olah dan memiliki warna bagus. Jadi, makan nasi kelor ini bisa jadi solusi kalau tidak suka sayur. Karena tidak hanya makan karbohidrat, tetapi ada sayurnya," katanya.
Menurutnya, selain memiliki keunikan dalam penyajiannya, sego kelor diyakini memiliki sejumlah kandungan protein, lemak, serat, vitamin, zat besi, serta beberapa kandungan lainnya yang bagus untuk masa pertumbuhan anak-anak. Bahkan, organisasi kesehatan menyarankan untuk mengonsumsi sayur kelor.
"Ini menjadi ciri khas makanan yang dimiliki Lumajang, seperti pecel yang dimiliki Madiun. Saya sangat bangga Pemkab Lumajang mampu memanfaatkan potensi kelor yang ditanam secara mandiri oleh warga dikelola dengan baik. Saya sangat mendukung makanan ini bisa melekat dengan nama daerah," katanya.
Dengan begitu, orang yang berkunjung ke Lumajang, tidak lengkap rasanya jika belum merasakan sensasi sego kelor. "Ada ayam suwirnya, ada oseng tempe kecil, pare dan serundeng. Rasanya mantap," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, selain memamerkan sego kelor di kegiatan penyuluhan, Ketua TP PKK Lumajang Musfarinah Thoriq juga akan segera membuat agenda sarapan bareng bersama masyarakat. Tujuannya untuk mengetahui rasa dan kandungan nutrisi yang ada pada kuliner khas itu.
Diakui, saat ini memang tidak banyak warung yang menyediakan nasi khas tersebut. Keberadaannya bisa dihitung dengan jari. Itu pun kadang ada kadang tidak. "Nanti Disperindag akan memberikan pelatihan kepada sejumlah warung yang ada di Lumajang untuk menyediakan nasi unggulan milik Lumajang ini," pungkasnya. (son/c2/fid) Editor : Safitri