https://radarjember.jawapos.com/berita-lumajang/24/07/2022/indahnya-ranu-regulo-disambut-kabut-dipeluk-lembut/
Jaraknya hampir sama dari Lumajang ke Ranu Pane. Hanya saja, kendaraan tidak boleh terparkir di lokasi Ranu Regulo. Para wisatawan harus memarkir kendaraannya sekitar lima ratus meter sebelum ranu. Sebab, akses ke ranu harus dilalui dengan jalan kaki.
“Ada warga lokal yang berjaga. Per harinya hanya Rp 5 ribu. Sangat murah. Karena setelah itu, kita tidak dipungut biaya apapun lagi,” kata Rifki, wisatawan asal Citrodiwangsan, Lumajang.
Di lokasi ranu, wisatawan maupun pengunjung bebas melakukan kegiatan outdoor. Terpenting, apa yang mereka bawa harus dibawa kembali. Artinya, tidak boleh ada satupun benda yang tertinggal atau justru sengaja membuangnya di tempat.
Tokoh pemuda Ranu Pane Suhartono menjelaskan, wisatawan bebas melakukan kegiatan selama masih dalam batas wajar dan mematuhi norma. Paling penting, mereka tidak nyampah. “Walau tidak ada tiket masuk, jangan sampai semena-mena. Siapapun yang datang harus kembali membawa sampahnya pulang,” tegasnya.
Pemuda yang juga anggota BUMDes setempat berharap, kedatangan mereka tidak sekadar melepas penat. Tetapi juga menjadi promotor wisata alam Lumajang. Sehingga Ranu Regulo menjadi daya tarik baru di tengah menggeliatnya pariwisata.
Disinggung soal ekonomi masyarakat, dia mengajak wisatawan menggunakan jasa masyarakat setempat. Baik jasa perlengkapan kemah, outdoor, dan lainnya. Sehingga hal itu dapat mendongkrak ekonomi masyarakat. “Semoga semakin banyak masyarakat luar yang ke sini. Jadi, dampak ekonominya juga akan terasa,” pungkasnya.
Jurnalis: Muhammad Sidikin Ali
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Muchammad Ainul Budi Editor : Maulana Ijal