https://radarjember.jawapos.com/berita-lumajang/24/07/2022/ranu-regulo-camping-boleh-nyampah-jangan/
Terlebih, perpaduan beragam panorama menjadi satu. Salah satunya wisata alam Ranu Regulo, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro. Salah satu ranu di lereng Gunung Semeru ini akan menyambut wisatawan dengan kabut tipisnya yang romantis. Sementara mata akan dimanjakan dengan bentang alam yang tak kalah menarik. Tentu, para wisatawan akan menyatu dengan alam. Gratis.
Iya. Ranu yang letaknya di sebelah Ranu Pane ini dapat dinikmati tanpa merogoh saku dalam. Sebab, ranu ini benar-benar dimiliki alam. Apalagi hingga saat ini, keeksotisannya dapat dirasakan dengan keluarga, teman, bahkan pasangan.
Asrinya Ranu Regulo menjadi pilihan wisatawan. Sebab, wisata ini belum disentuh oleh perubahan yang makin tak karuan. “Suasana di sini masih sangat asri. Kami bisa menghirup udara bebas yang bersih,” kata Fadil Khaidar Asyalafi, salah satu pengunjung.
Beberapa waktu lalu, Fadil bersama teman-temannya tengah merayakan kelulusan. Setelah mempertimbangkan banyak hal, Ranu Regulo jatuh sebagai pilihan.
Menurutnya, kabut tipis di pagi hari menjadi sajian pembuka yang tiada duanya. Kabut itu akan menyambut siapapun yang mengunjunginya di pagi hari. Apalagi sehari sebelumnya hujan membasahi tanah Desa Wisata Lereng Gunung Semeru. Kabut itu akan memeluk siapapun dengan lembut.
Ranu Regulo menjadi destinasi wisata yang menyuguhkan Lumajang dalam satu penglihatan. Warna airnya yang jernih dapat memantulkan alam. Hijaunya pepohonan mengelilingi ranu. Megahnya Gunung Semeru di seberang membuat kagum.
“Nggak nyesel ke sini. Bisa jelajah ranu dengan puas. Tapi, paling suka foto dengan latar danau sembari menyeruput kopi,” ungkap lelaki asal Desa/Kecamatan Senduro ini.
Keasrian ranu memang menyihir pengunjung. Tak heran, ranu ini siap menjadi pelengkap dua ranu lainnya. Ranu Kumbolo dan Ranu Pane.
Jurnalis: Muhammad Sidikin Ali
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Muchammad Ainul Budi Editor : Maulana Ijal